Sukses Himpun Rp 2,7 M di Bulan Pertama, BNI Syariah Optimis Program Tabungan Wakaf Akan Terus Tumbuh

gomuslim.co.id- Setelah meluncurkan program wakaf pada November lalu, BNI Syariah semakin mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat. Betapa tidak, program wakaf terbaru tersebut sampai saat ini telah menghimpun dana tabungan wakaf sebesar Rp 2,7 miliar. Angka ini terbilang cukup besar untuk sebuah produk terbaru dari perbankan syariah.

Demikian disampaikan Direktur Utama BNI Syariah Imam Teguh Saptono beberapa waktu lalu. Menurutnya, minat masyarakat terhadap tabungan wakaf meningkat setelah adanya kejelasan mengenai proyek yang akan dibiayai. “Dalam produk terbaru ini BNI Syariah mencantumkan proyek-proyek wakaf yang akan dibiayai,” ujarnya.

Nama proyek tersebut, lanjut Imam, disertakan dalam brosur dan juga website resmi. Sebelumnya, pihak bank tidak mencantumkan nama-nama proyeknya. “Ini adalah angka yang fantastis, karena ketika BNI Syariah menjadi LKS-PWU (lembaga keuangan syariah penerima wakaf uang) membutuhkan waktu lima tahun untuk mengumpulkan dana wakaf sebesar Rp 3 miliar,” tambahnya.

Menurut Imam, ada beberapa fase atau tahapan yang dilakukan BNI Syariah dalam memperkenalkan produk tabungan wakaf. Pada fase pertama, BNI Syariah hanya membukakan rekening wakaf berdasarkan proyek yang sudah ada. “Pada fase ini, peran BNI Syariah masih seperti LKS-PWU. Namun, kami akan menyebutkan proyek wakaf apa saja yang sedang dibangun dan memberikan laporan rutin mengenai perkembangan pembangunannya kepada nasabah,” jelas Imam.

Lebih lanjut Imam mengatakan, pada fase selanjutnya, BNI Syariah mulai membukakan rekening tabungan wakaf atas nama masing-masing. “Bentuknya adalah virtual account, jadi nasabah bisa melihat jumlah wakafnya selama periode berjalan,” papar dia.

Terkait dengan penghimpunan dana tabungan wakaf itu, kata Imam, pihaknya tidak mematok target. Namun, Imam memprediksi sekitar lima persen dari total nasabah BNI Syariah akan membuka rekening wakaf. “Kita optimis ini akan terus tumbuh dan semakin banyak masyarakat yang akan turut berpartisipasi,” ungkapnya.

Imam menjelaskan dana tabungan wakaf yang diserahkan nasabah akan digunakan untuk membiayai pembangunan aset wakaf, seperti rumah sakit atau perkantoran yang kemudian dikelola atau disewakan. Hasil dari pengelolaan bangunan tersebut dapat disisihkan sesuai dengan amanah dari wakif atau orang yang memberikan wakaf. 

Selain itu, kata dia, penggunaan dana tabungan wakaf untuk membangun aset wakaf masuk dalam skema fase ketiga. Skema ini sedang diajukan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). “Prosesnya step by step. Ini skemanya sama dengan Griya Swakarya namun dalam konteks bisnis,” ucapnya.

Imam berharap kerja sama tersebut dapat menggencarkan upaya sosialisasi bahwa wakaf uang dapat dilakukan dengan mudah dan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi umat. BNI Syariah sendiri sebelumnya telah melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama dengan lima lembaga penyalur wakaf, yakni Dompet Dhuafa, Rumah Zakat, Global Wakaf, Yayasan Pesantren Al-Azhar, dan Badan Wakaf Indonesia untuk menunjang produk tabungan wakaf. (njs/dbs)


Back to Top