Selandia Baru Optimis Jadi Produsen Daging Halal Terbesar di Pasar Global

gomuslim.co.id- Industri produk halal makin mendunia. Hal ini terlihat pada negara-negara dengan muslim minoritas yang justru ikut melirik pasar yang menjanjikan ini. Tak terkecuali New Zealand atau Selandia Baru.

Selandia Baru dikenal karena ekonomi yang bergantung pada pertanian. Karena itu, negara ini juga kuat sebagai eksportir terkemuka daging halal ke negara-negara Muslim, termasuk Indonesia.

Namun, permintaan untuk makanan halal baru-baru ini  melebihi kemampuan pasokan Selandia Baru, dan negara ini mencari untuk bermitra dengan orang lain untuk mempromosikan bisnis.

 Sebagian besar fasilitas pengolahan daging di Selandia Baru telah diberikan sertifikasi halal. Hal ini berkaitan dengan aksi  dukungan untuk makanan yang diproduksi dan diproses sesuai dengan hukum agama Islam.

Silver Fern Pertanian, misalnya, adalah perusahaan eksportir daging yang berbentuk koperasi sekitar 16.000 produsen daging sapi, daging kambing dan daging rusa, dan 14 dari 16 fasilitas domestik tersebut telah disertifikasi.

Selain itu, Anzco Foods, sebuah anak perusahaan dari Itoham Foods, produsen daging Jepang telah memperoleh sertifikasi untuk semua tujuh dari lokasi pengolahan di Selandia Baru.

Setelah dikenal sebagai pertanian Pasifik Selatan Inggris, Selandia Baru kehilangan tujuan ekspor utamanya ketika UK  bergabung dengan Komunitas Eropa. Pada tahun 1980-an, Selandia Baru semakin memperoleh sertifikasi halal dalam upaya untuk memperluas pasarnya ke Timur Tengah dan Asia Tenggara.

Adapun, sampai sekarang, Selandia Baru mengekspor sekitar 90% dari produk pertanian. Hal ini merupakan  prestasi yang signifikan bagi negara dengan populasi 4,7 juta. Apalagi tingkat swasembada pangan adalah 185%. Hal ini menjadi pembeda yang cukup siginifikan jika dibandingkan dengan Jepang, negara dengan pulau-pulau kecil yang  hanya mengelola 39%.

Menurut Silver Fern Farms, berfokus pada produk halal adalah pilihan rasional untuk seluruh organisasi.

Pasar yang Menjanjikan

Saat ini, seluruh produksi daging kambing dan daging sapi di Selandia Baru, serta 90% dari daging ayam, adalah halal bersertifikat, kata Bruce Baillie, pemimpin aliansi untuk pasokan makanan dan layanan di PricewaterhouseCoopers, dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan The Nikkei.

Tidak hanya itu, Spesialis pasar makanan juga berpartisipasi dalam rapat gabungan dari Jepang Selandia Baru Business Council yang diselenggarakan di Wellington pada akhir November 2016 lalu.

Baillie menekankan bahwa Jepang memiliki potensi untuk menjadi pemasok utama produk halal. Jepang, seperti Selandia Baru, adalah sebuah negara kecil dan mengekspor tinggi nilai tambah produk ditambahkan akan sangat penting untuk tumbuh ekonominya.

Dengan konsumen produk halal untuk sepertiga dari populasi dunia, Baillie mengatakan Selandia Baru tidak bisa memenuhi permintaan. Dia menyarankan bahwa Selandia Baru bisa memberikan pengetahuan ke Jepang.

Adapun, Jepang mengalami booming pariwisata dan mengharapkan lebih banyak pengunjung ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia Rugby di 2019 dan Olimpiade Musim Panas pada 2020. Peluangnegeri sakura ini di pasar produk halal ada. Misalnya, kota Rotterdam di Belanda telah membuat seluruh pelabuhan dengan konsep halal. Hal ini merupakan strategi yang unik dapat digunakan untuk melayani wisatawan muslim tersebut. (fau/halalfocus/dbs) 


Back to Top