Film Religi Remaja ‘Cahaya Cinta Pesantren’ Resmi Tayang di Bioskop Tanah Air pada Januari 2017

gomuslim.co.id- Pada bulan Januari 2017 mendatang sebuah film bertemakan drama religi remaja berjudul Cahaya Cinta Pesantren’ siap tayang di bioskop Indonesia. Dibintangi Yuki Kato dan Rizky Febian, trailer film yang diproduseri oleh Ustaz Yusuf Mansur dan Harianto Tian ini memberikan kisah yang menggugah dan inspiratif.

Para pemain wanita film tersebut antara lain Yuki Kato, Febby Blink, Sivia Blink dan Vebby Palwita, tampak cantik dalam balutan busan muslimah. Yuki dan Silvia yang berada di paling depan itu melempar senyum lebar. Sedangkan Rizky Febian dan Fachry Muchammad berada di belakang empat gadis cantik tersebut.

Sedangkan Fachry yang berperan sebagai Rifqy itu terlihat lebih kalem dibandingkan Abu yang diperankan Rizky Febian. Sosok Rifqy sendiri dikisahkan sebagai seorang santri senior, sekaligus pria yang dicintai Shila (Yuki Kato). Shila adalah santri baru yang masih mengelak untuk tinggal di pesantren. Bersama Manda (Febby Blink), Shila merasa sangat dekat.

Karena keduanya sama-sama tidak betah tinggal di pesantren, tanpa sepengetahuan yang lain, Manda dan Shila pun kabur dari pesantren. Tapi takdir membawa mereka kembali ke pesantren itu. Jika Manda sudah mantap menjadi santri, maka tidak dengan Shila yang terus mengalami pergolakan dalam batinnya. Saat rasa cinta terhadap pesantren muncul, Shila justru dihadapkan pada konflik pelik.

Film Cahaya Cinta Pesantren mengambil kearifan lokal dari tanah Sumatera Utara. Tak hanya itu, keindahan danau Toba juga tersaji dalam film ini. Selain Yuki Kato, Rizky Febian dan nama-nama di atas, film Cahaya Cinta Pesantren juga turut dibintangi oleh Elma Theana, Wirda Mansur, Zee Zee Shahab dan Tabah Penemuan.

Berawal dari ketidaksengajaan, Raymond Handaya menemukan novel ‘Cahaya Cinta Pesantren’ karangan Ira Madan, akhirnya terciptalah film yang diadaptasi dari  judul yang sama yaitu ‘Cahaya Cinta Pesantren’.

Saat jumpa Meet and Greet Film Cahaya Cinta Pesantren di XXL Hermes Place Medan, Raymond Handaya yang juga sutradara film tersebut, menuturkan, jika selama ini hanya kehidupan remaja saat Sekolah Menengah Atas (SMA), namun kehidupan remaja di pesantren juga bisa dimunculkan.

“Kehidupan pesantren ternyata sangat menarik apalagi jika diadopsi menjadi sebuah film, hanya tinggal digarap dengan konsep yang lebih menarik dilihat,” pungkas Raymond.

Ia menerangkan, di film yang akan dirilis serentak di bioskop pada tanggal 12 Januari mendatang, selain menceritakan tentang kehidupan santri di pesantren, juga disisipkan beberapa pesan positif untuk para penonton.

“Saat menemukan buku milik Ira Madan ini kemudian membacanya saya tertarik karena ternyata pesantren itu seru ya, pesantren banyak menyimpan cerita-cerita menarik yang orang tidak tahu,” ujarnya.

Dalam menggarap film ini Raymond sang sutradara mengaku banyak kendala dan kesulitan yang dihadapi, namun semua bisa diatasi. “Kesulitan dalam menggarap film tersebut cukup banyak yang utama yaitu para pemainnya, karena menemukan pemain yang benar-benar baik dan bisa melakukan peran yang jauh berbeda dari karakternya sangat susah. Apalagi di film ini, para pemeran harus berperan menggunakan dialek yang berbeda-beda,” imbuhnya.

Selain itu, kesulitan dalam mendapatkan pemain berusia 16 hingga 17 tahun juga harus dihadapi, “Sempat bimbang mencari pemain seperti apa, dan akhirnya di bulan januari awal coba lakukan casting dan akhirnya berhasil menemukan para pemain yang tepat,” pungkasnya. (nat/dbs)

 Baca juga:

Lewat Drama Religi, Film Ini Sebarkan Nilai Hikmah dan Inspirasi Kehidupan Pesantren


Back to Top