De Young Museum AS Segera Gelar The Fashion of Islam di San Francisco

gomuslim.co.id- Fashion Muslim kini tengah menjadi tren dunia. Berbagai produk telah diluncurkan demi menggaet pasar Muslim yang cukup luas. Baru-baru ini, De Young Museum akan memasuki wilayah baru dengan menampilkan busana-busana Muslim. Penampilan busana terbaru itu segera diluncurkan dalam ajang The Fashion of Islam.

Menurut Direktur De Young Museum, Max Hollein perhelatan The Fashion of Islam ini dilakukan setelah De Young Museum sukses dalam pagelaran Oscar de la Renta, Jean Paul Gaultier dan Yves Saint Laurent. “Rencananya akan dijadwalkan pada musim gugur 2018 mendatang,” ujarnya sebagaimana dilansir New York Times, Rabu (20/12).

Lebih lanjut, Hollein mengungkapkan ide akan digelarnya 'The Fashion of Islam' ini setelah melihat kesuksesan dari sebuah perhelatan berjudul 'Faith, Fashion, Fusion'. Perhelatan busana sederhana dari Muslim yang digelar di Australia itu telah sukses mengeksplorasi pasar dari berbagai negara.

“Mungkin ada orang yang bahkan tidak berpikir ada mode dalam Islam, tapi jika Anda melihat Arab Saudi, Dubai dan Beirut, fashion benar-benar bergeliat dan dapat seiring dengan perkembangan politik dan sosial yang lebih besar, yaitu pemahaman budaya dan kesalahpahaman,” kata Hollein.

Ide Hollein bertujuan mendekati subyek dari perspektif yang berbeda, meneliti gaya dalam Islam dibentuk, dan berusaha menghindari munculnya arogansi dari tren fashion global. Salah satu bagian dari pertujunkan, akan menampilkan interpretasi dari jilbab oleh desainer-desainer Islam dan Eropa, dari Iman Aldebe dan Hussein Chalayan sampai Dolce & Gabbana.

Pagelaran turut menampilkan aspek olahraga, sekaligus untuk menyikapi larangan burkini yang telah melanda pantai-pantai di Prancis. Namun, pagelaran ini tidak akan melupakan aspek-aspek sejarah, dengan menunjukkan contoh-conth baju Muslim tradisional, bekerja sama dengan beberapa ulama dan ahli untuk mengembangkan proyek itu dibidang sejarah.

Diketahui, memang dewasa ini perkembangan busana Muslim terus menunjukan citra positif. Tren Fashion Muslim ini menjadi salah satu ikon kebangkitan perekonomian umat Islam. Lewat inovasi, tren ini semakin banyak di terima masyarakat. Bahkan, pada awal September lalu, salah satu desainer busana Muslim Tanah Air, Anniesa Hasibuan berhasil membawa karya-karya Muslim Fashion Indonesia ke dunia mode Amerika.

Perancang Mode Muslim Fashion Indonesia itu mendesain konsep Couture Fashion berjudul "Sasikirana" yang dirancang khusus, terpilih tampil dalam New York Couture Fashion Week, di pusat industri fashion, Manhattan, New York. Kata Sasikirana sendiri diambil dari bahasa Jawa yang artinya Cahaya Bulan.

Anniesa menampilkan 15 rancangan baju dengan tekstur topi hijab, dominasi warna putih dan emas. Yang menarik, Anniesa memadukan kain Prada dengan kombinasi aksen batik dari Jawa Tengah. Lebih dari 500 tamu yang terdiri dari pemilik butik, desainer, talent agent, wartawan mode hingga fashion bloggers, tampak terpesona dengan karya fashion muslim ini. (njs/dbs)


Back to Top