Gubernur Saudi Arabian Monetary: Industri Keuangan Syariah Perlu Siapkan SDM Berkualitas

gomuslim.co.id- Perkembangan industri keuangan syariah terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Hal ini seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk menggunakan produk berbasis syariah. Namun, pertumbuhan pesat ini belum diimbangi dengan penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Padahal, kebutuhan bagi para profesional dari berbagai disiplin ilmu menjadi sangat penting.

Demikian disampaikan Gubernur Saudi Arabian Monetary Authority (SAMA), Ahmed Al Kholifey beberapa waktu lalu di Jeddah, Arab Saudi. “Sumber daya manusia (SDM) keuangan syariah yang terlatih menjadi tantangan yang saat ini dihadapi industri,” ujarnya sebagaimana dilansir dari Arab News.

Menurut Ahmed, industri keuangan syariah ini booming di negara kawasan Teluk serta di negara Muslim dan non-Muslim. Pertumbuhan perbankan syariah ini disebabkan oleh kebutuhan 1,5 miliar orang Muslim di seluruh dunia. Situasi ini mendorong kebutuhan pendidikan dan pelatihan keuangan syariah menjadi hal utama untuk menunjang industri keuangan syariah agar tetap tumbuh.

“Pertumbuhan industri perbankan syariah memerlukan SDM yang memenuhi persyaratan dan telah terlatih dengan baik dalam semua disiplin dan di semua level. Saat ini kami sedang fokus pada peningkatan SDM agar tetap tumbuh dan siap menghadapi persaingan global,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmed mengatakan masalah SDM ini perlu segera diatasi. Ia memandang perlu adanya upaya untuk mengkoordinasikan antara regulator dengan perbankan untuk memerinci sektor mana yang kekurangan SDM keuangan syariah.

Selain itu, kata dia, sebagai negara pemegang aset keuanga syariah di dunia, Arab Saudi bisa memperkuat posisinya dengan menawaran SDM terlatih di sektor keuangan syariah. SAMA sendiri akan memastikan sebuah lingkungan operasional yang kondusif yang bisa mendukung produk keuangan syarah. “Kami memastikan SDM terlatih tersedia bagi perbankan syariah kami,” kata dia.

Pada kesempatan sama, Director Economic Research in Islamic Finance Gulf Research Center di Riyadh, Johm Sfakianakis, memprediksi nasabah keuangan syariah akan melonjak menjadi 250 juta orang. Kebutuhan SDM keuangan syariah bisa dijembatani dengan pendidikan dan pelatihan. “Meningkatkan pelatihan dan SDM adalah poin utama tujuan ini,” kata John.

Secretary General of Saudi bank’s Media and Banking Awareness, Talat Hafiz, mengatakan faktor di balik kurangnya pendidikan keuangan syariah adalah pengetahuan yang mendalam terkait perbankan konvensional dan yurisprudensi transaksi perbankan. “Mencari profesional yang bisa mengkombinasikan pengetahuan dan pemahaman keduanya itu sangat sulit,” kata Talat.

Sebelumnya, Kepala Pusat Keuangan Islam Bahrain Institute of Banking and Finance (BIBF), Mujtaba Khalid mengatakan, pihaknya mencoba untuk mendidik dan melatih individu di lapangan untuk mempraktekan teori yang telah mereka pelajari. “Kami telah melihat lonjakan dari siswa internasional, terutama dari kawasan GCC (Dewan Kerjasama Teluk). Tetapi rencana kami adalah untuk mempromosikan secara internasional di luar GCC pada tahun depan sebagai program pembelajaran jarak jauh,” ujarnya.

Negara-negara non-Muslim seperti Cina dan Rusia semakin tertarik mengadopsi sistem perbankan syariah dalam rangka untuk mengembangkan ekonomi mereka. Pada bulan Maret tahun ini, kota Kazan di Rusia menjadi rumah bagi bank Islam pertama di Rusia. (njs/dbs)

 


Back to Top