Begini Cara Hidup Sehat Saat Musim Dingin Ala Keluarga Arab Saudi

gomuslim.co.id- Saat musim dingin keluarga di Arab Saudi mengubah kebiasaan makanan mereka untuk menjaga kesehatan diri dan energi. Para ibu rumah tangga mulai menyiapkan makanan musim dingin diawal pergantian cuaca guna menyiapkan kebutuhan energi anggota keluarga.

Sebagai keluarga di seluruh wilayah Teluk menghidupkan kembali kebiasaan makan makanan yang mereka mempertahankan selama musim dingin, industri rumahan yang menyediakan bahan makanan khusus musim dingin mulainberoperasi untuk memenuhi permintaan. “Selain itu hidangan khusus musim dingin biasanya mengandung kalori tinggi,” ungkap beberapa pakar gizi, Hunaini, Qasad, Aseeda, Kastina dan Masabeeb.

Di samping itu, para ahli gizi telah memperingatkan terhadap pengkonsumsian makanan berkalori tinggi. Dikatakannya makanan tersebut akan menyebabkan obesitas dan penyakit lainnya. “Makanan musim dingin mengandung lemak dan gula dalam jumlah tinggi,” ujar ahli gizi,  Dr Mohammed Al-Saqer, seperti dilansir dari publikasi Saudi Gazette. 

Peringatan juga sudah sering dilakukan terhadap menu makanan yang tidak sehat seperti yang sering ditemukan pada musim dingin. “Ini makanan berkalori tinggi yang berbahaya bagi tubuh dan kesehatan secara keseluruhan individu,” kata Al-Saqer menunjukkan.

Al-Saqer melanjutkan penjelasannya, saat ini masih banyak masyarakat yang mengkonsumsi bubur yang banyak mengndung gula atau Hunaini, sebuah masakan manis yang sangat populer di Arab selama musim dingin. Masalahnya adalah semua makanan ini mengandung banyak minyak dan lemak serta gula dan tepung, selain bahan-bahan bergula. Hal ini dapat menyebabkan diabetes, kadar kolesterol tinggi dan berat badan.

Ia menyarankan kepada masyarakat agar mengkonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang rendah setiap harinya,  jika hal ini dilakukan maka tidak akan membahayakan kesehatan mereka. 

“Hal ini akan berbahaya bagi individu yang mengkonsumsi makanan  manis dan berminyak dalam jumlah besar, terutama mereka yang tidak terlibat dalam banyak kegiatan fisik. Makanan berminyak meningkatkan kehangatan dan membantu mempertahankan suhu tubuh selama proses hancurnya partikel minyak,” ujarnya.

Di sisi lain, masyarakat yag tinggal di kawasan Teluk mengkonsumsi sari jahe selama musim dingin, namun ada pula yang beranggapan hal demikian berbahaya bagi kesehatan mereka. Namun Al-Saqer membantah bahwa anggapan tersebut tidak benar.

"Jus jahe baik di musim dingin karena akan menjaga tubuh agar tetap hangat, dengan mengkonsumsi sari jahe akan membantu mengurangi kolesterol dan tekanan darah," jelasnya. Namun, lanjut Al-Saqer, ia menyarankan agar tidak mengkonsumsi sari jahe dalam jumlah besar karena akan memiliki konsekuensi negatif seperti kerusakan hati dan mual. Ia menyarankan agar pasien tekanan darah tidak mengkonsumsi sari jahe.

"Ini tidak dianjurkan bagi pasien diabetes untuk mengkonsumsi sari jahe dengan menambahkan gula atau madu karena akan meningkatkan kadar gula darah mereka," imbuh Al-Saqer.

Ia juga menyarankan agar masyarakat untuk gemar mengkonsumsi sup dari sayuran hijau untuk memperkuat kekebalan mereka.

"Mengkonsumsi buah setiap hari sangat baik untuk kesehatan, dan memilih buah-buahan yang kaya akan zinc serta tidur malam di waktu yang cukup setiap hari adalah cara lain untuk memperkuat imunitas seseorang,” saran Al-Saqer. (nat/saudigazette/dbs)

 


Back to Top