Inilah Tiga Provinsi yang Jadi 'Role Model' untuk Kembangkan Pariwisata Halal Indonesia

gomuslim.co.id- Setelah menyabet 12 kategori di ajang World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 awal desember lalu, pemerintah Indonesia kian gencar menggarap wisata halal daerah. Baru-baru ini, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyebutkan setidaknya saat ini ada tiga provinsi yang dapat dijadikan model wisata halal di Tanah Air. Ketiga provinsi itu ialah Nusa Tenggara Barat (NTB), Sumatra Barat, dan Aceh.

Demikian disampaikan Direktur Promosi Pariwisata Dalam Negeri Kementerian Pariwisata Tazbir belum lama ini. Menurutnya, provinsi lain juga dapat menyediakan layanan wisata halal seperti kegita provinsi tersebut. Pasalnya, layanan halal dapat menjadi salah satu nilai tambah untuk memberi jaminan kepada wisatawan khususnya yang beragama Islam.

“Sekarang banyak negara yang mulai menawarkan wisata halal. Agen travel dari China misalnya berani menjual wisata halal dengan destinasi dan hotel yang menyediakan layanan halal. Belum lagi Korea Selatan dan Jepang yang kini sedang gencar promosi wisata halal,” ujarnya. 

Lebih lanjut Tazbir menjelaskan, untuk mendorong pertumbuhan wisata halal di Tanah Air, pemerintah butuh kerja sama semua pelaku pariwisata. Menurutnya, tantangan utama saat ini adalah menyamakan persepsi para pelaku usaha untuk mulai menggarap wisata halal.

“Tantangan kami sekarang adalah bagaimana menyamakan persepsi pelaku industri pariwisata perihal wisata halal ini. Kalau semuanya mendukung satu sama lain, saya yakin akan lebih maju dari yang sekarang,” kata sekretaris tim pokja percepatan wisata halal ini.

Saat ini, kata Tazbir, Kementerian Pariwisata terus mendorong daerah-daerah untuk mengembangkan wisata halal. Layanan wisata halal diyakini mampu membuka pasar baru sekaligus menjamin kualitas layanan yang lebih baik. “Pemerintah sangat memberikan perhatian untuk pengembangan wisata halal di Tanah Air. Kemenpar saat ini telah membentuk tim pokja percepatan wisata halal untuk mendorong pertumbuhan pariwisata halal di Tanah Air,” ungkapnya.

“Kemenpar serius untuk memposisikan Indonesia sebagai destinasi wisata halal. Kami membuat kompetisi hotel halal, produk wisata halal tingkat nasional, dan maju ke tingkat internasional yang kemudian menang 12 kategori dari World Halal Tourism Award (WHTA) 2016 ,” tambahnya.

Sejalan dengan itu, Kemenpar jelasnya, juga mempersiapkan SDM, meningkatkan sosialisasi kepada para pelaku usaha untuk menangkap peluang wisata halal. Menurutnya, wisata halal bukan hanya terkait makan dan minuman tetapi kualitas layanan yang mencerminkan nilai-nilai universal yang juga merupakan nilai islami.

Sebelumnya, Global Muslim Travel Index (GMTI) 2016 menyebutkan, pasar wisata halal dunia tumbuh sangat cepat. GMTI mencatat pada 2015 terdapat 117 juta wisatawan muslim. Jumlah wisatawan muslim diproyeksikan mencapai 168 juta pada 2020 dengan pengeluaran para wisatawan muslim mencapi US$200 miliar. 

Laporan yang sama menempatkan Indonesia pada posisi keempat sebagai negara keempat tujuan favorit wisatawan asal negara anggota Organisation of Islamic Cooperation (OIC).  Posisi Indonesia itu meningkat dari tahun 2015 yang berada pada posisi keenam. Posisi puncak masih ditempati oleh Negeri Jiran, Malaysia. (njs/dbs)


Back to Top