Buku ‘Ditolong Allah’ Karya Penulis Indonesia Akan Diluncurkan di Korea Selatan

gomuslim.co.id- Sebuah buku berjudul ‘Ditolong Allah’ karya Imsyah Rokayah yang diterbitkan oleh oleh Khazanah Mimbar Plus akan diluncurkan di Seoul, Korea Selatan pada 30 Januari 2017 mendatang.

“Insya Allah grand launching  buku ‘Ditolong Allah’ akan dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan,” ungkap  Direktur Penerbit Khazanah Mimbar Plus, Yayah Rokayah Ramdan di sela Rakernas BMH ke-13 di Depok, Jawa Barat, Rabu (21/12).

Acara peluncuran buku 'Ditolong Allah’ itu bersamaan dengan acara Silaturahmi Akbar (Silakbar) 2017 di Gimhae Undongjang, Seoul. Silakbar tersebut direncanakan akan diisi dengan tausiyah yang diberikan oleh Habib Novel bin Muhammad Alaydrus dari Solo dan Ustadz Tengku Zulkarnain dari Jakarta.

“Menurut panitia, Silakbar yang mengusung tema 'Sukses Merantau Dunia Akhirat' tersebut Insya Allah akan dihadiri oleh sekitar 6.000-8.000 orang. Mereka adalah masyarakat Indonesia yang saat ini tinggal di Korea,” ungkapnya.

Buku yang mengadaptasi pengalaman pribadi penulisnya ini mnegungkapkan kisah Imsyah Rokayah  yang selalu ditolong Allah, sehingga ia bisa keliling Indonesia dan dunia secara gratis. Bahkan ia pun bisa berumrah dan berhaji, baik bersama suami, ibu tercinta, dan ibu mertua.  Penulis menegaskan, kunci semua itu adalah selalu hidup di jalan Allah, sehingga hidup menjadi berkah.

Oleh karena itu hasil penjualan buku ‘Ditolong Allah’ pada cetakan pertama yang berjumlah 5.000 eksemplar, Yayah akan menyerahkannya kepada BMH. “Hal ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan kami terhadap perjuangan BMH,” tutur Yayah.

Di kesempatan yang sama, Penerbit Khazanah Mimbar Plus bersama dengan  sejumlah lembaga amil zakat infak sedekah (Lazis) korporasi menandatangani kerja sama dengan BMH.  Lembaga-lembaga yang memperkuat BMH tersebut, selain Khazanah Mimbar Plus adalah Yayasan UKS Permata Syariah, Lazis PLN, BSM Ummat, Yayasan Masjid Jenderal Sudirman, dan PT Ussi.

Ketua Pengurus BMH Marwan Mujahidin mengatakan Laznas BMH telah berkiprah selama 15 tahun. “BMH akan terus mengukir kebaikan, membentang hidayah dari Aceh hingga Papua,” tutur Marwan.

Hal demikian diwujudkan melalui empat Program BMH, yakni Dakwah, Pendidikan, Sosial dan Ekonomi. “BMH memposisikan diri sebagai Laznas yang berbasis dakwah, mengikuti induk kami, yakni Hidayatulah. Hingga saat ini kami telah membina dan mengembangkan 238 pesantren,” ujarnya.

Marwan menambahkan, BMH melakukan pemberdayaan di wilayah-wilayah yang termasuk dalam tiga T, yakni terluar, terdalam dan terpencil. Hal itu karena data statisik menunjukkan, kemiskinan yang ada di Indonesia yang terbanyak adalah di pedesaan dan pedalaman. “Kami menekankan pembangunan  sumber daya manusia (SDM) berbasis masjid,” tuturnya.

Acara Rakernas BMH ke-13 dihadiri para da’i tangguh dari seluruh Indonesia. Rakernas yang mengusung tema “The Change Maker” itu juga diisi dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran oleh Muzammil Hasballah. Ia mahasiswa ITB yang juga dikenal luas sebagai hafizh dan imam bersuara merdu. (nat/dbs)

 


Back to Top