Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Guru Agama Islam di Singapura Wajib Miliki Sertifikat

gomuslim.co.id- Pendidikan agama Islam menjadi hal penting bagi masa depan generasi penerus. Menyiapkan tenaga pendidik juga menjadi hal utama dalam menunjang keberhasilan pendidikan. Baru-baru ini, Dewan Agama Islam Singapura mewajibkan guru agama Islam agar memiliki sertifikat. Hal ini dilakukan supaya guru memenuhi persyaratan kredibilitas dalam menyampaikan ajaran agama.

Ketua Dewan Agama Islam Singapura (Muis) Abdul Razak Maricar mengatakan, adanya skema wajib ini akan menjamin komunitas Muslim mendapat bimbingan spiritual dari orang yang tepat. “Hal ini sangat penting dalam konteks saat ini, di mana ada kebutuhan menyajikan ajaran kontekstual, dan menjaga dari ajaran-ajaran ekstrem dan eksklusif, dan guru yang bermasalah,” ujar Maricar sebagaimana dilansir dari publikasi Straits Times, Jumat (30/12).

Lebih lanjut, ia menjelaskan skema wajib miliki sertifikat ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2005 silam. Namun, aturan tersebut masih belum bersifat mengikat. Awal  tahun ini para pemimpin komunitas Muslim mendesak agar skema ini bersifat mengikat. Ide ini mendapat sambutan positif dari Perdana Menteri Lee Hsien Loong.

Sejak saat itu, sekitar 100 lebih guru agama Islam telah bergabung untuk proses sertifikasi. Para guru agama Islam diberi waktu hingga akhir Maret 2017 untuk mengikuti proses sertifikasi. “Para guru yang tidak dapat segera memenuhi persyaratan akademik seperti ijazah studi Islam dari lembaga yang diakui akan memiliki masa tenggang sampai 2020 untuk menyelesaikan studinya terlebih dahulu,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Kebijakan dan Pengembangan Agama Muis, Nazirudin Nasir mengatakan titik referensi untuk belajar agama Islam harus melalui individu yang terdaftar. Ini artinya, guru tersebut telah melalui pelatihan dan akan terus menjalani proses untuk meningkatkan profesionalisme mereka.

“Nantinya, guru-guru ini akan diwajibkan mengikuti kursus untuk meningkatkan keterampilan mereka. Mereka juga akan diberi penjelasan terkait bagaimana Islam harus dipraktekan dalam masyarakat multikultural seperti yang ada di Singapura,” ungkapnya.

Menurut Nasir, kebijakan ini bukan hanya diwajibkan bagi guru agama Islam. Tetapi juga bagi semua pusat pendidikan Islam. Hal ini agar lembaga pendidikan Islam tersebut mempekerjakan guru yang telah memperoleh sertifikasi dari Muis. “Ini berlaku bagi semua intansi pendidikan Islam di Singapura, tidak hanya bagi guru agama Islam saja,” katanya.

Selain itu, kata dia, langkah tersebut dilakukan untuk kebaikan masyarakat Singapura dan bukan untuk memberikan tekanan kepada para guru. “Skema ini diberlakukan berdasarkan permintaan dari guru itu sendiri. Jadi ini bukan tekanan dari pemerintah,” ujarnya.

Untuk diketahui, Singapura belum lama ini dinobatkan sebagai negara dengan peringkat pendidikan terbaik secara global versi Programme for International Student Assessment (PISA). Raihan prestasi tersebut tidak lepas dari fokus lebih yang diberikan oleh pemerintah Singapura terhadap bidang pendidikan termasuk pendidikan Agama Islam. Bagi Singapura, memberikan fokus pada pendidikan merupakan cara terbaik untuk mengembangkan ekonomi dan meningkatkan standar hidup. (njs/dbs)


Back to Top