Film 'Iqro: Petualangan Meraih Bintang'

Sambut Tahun Baru 2017, Film Religi Anak Ini Ajak Cintai Alquran Sejak Dini

gomuslim.co.id- Malam pergantian tahun tinggal menunggu hitungan jam. Sebentar lagi tahun 2017. Sejumlah industri perfilman Nasional siap menyambut masyarakat pecinta film bioskop Tanah Air. Salah satunya adalah film “Iqro, Pertualangan Meraih Bintang”. Film gress bergenre petualangan anak-anak bernuansa religius, edukati dan inspiratif ini akan tayang pada 26 Januari 2017 mendatang.

Debut produksi Salman Film Academy di bawah naungan Masjid Salman Institut Teknologi Bandung itu disutradarai oleh Iqbal Alfajri. Sebagai film anak-anak religi pertama di Indonesia, Iqbal mengatakan bahwa film tersebut arahannya ingin mengajak anak mencintai Alquran sejak dini.

Iqbal yang juga merupakan pendiri Salman Film Academy itu mengungkapkan, penanaman kesadaran cinta Alquran adalah bagian dari kaderisasi dan perlu dilakukan secara manusiawi dari orangtua kepada  anak. “Kalau menghafal mungkin mudah bagi anak dengan banyaknya metode dan guru berkualitas, tapi cinta Alquran itu masalah hati yang tidak bisa didoktrin oleh sistem pendidikan apa pun,” ujarnya.

 

Iqbal menjelaskan latar belakang Salman memilih mengangkat tema anak, karena melihat kondisi perfilman Indonesia yang minim menghadirkan film untuk anak. Sinema bermuatan religi dan sains itu, kata dia, dapat menawarkan warna yang menyejukkan bagi penonton dari kalangan Muslim. Selain menyenangkan disimak dan mudah mengundang simpatik penonton keluarga, tema dalam film berdurasi 100 menit itu cenderung netral dan tak menjaring kontroversi.

Ia tak menampik bahwa Iqro memiliki beberapa kesamaan dengan film Petualangan Sherina yaitu kata 'petualangan' pada judul serta latar tempat di Observatorium Bosscha di Lembang, Kabupaten Bandung. Hal itu disebut Iqbal sebagai semangat yang merasuk karena sejak awal tim Iqro melibatkan Riri Riza sang sutradara sebagai mentor yang membantu memperkaya ide.

“Sementara soal Bosscha, lebih karena kedekatan kami dengan salah seorang astronom di sana. Kami juga ingin mengekspos muatan astronomi yang lebih kental dalam film," kata pria yang menamatkan studi S2 di Jurusan Digital Media ITB itu.

Film ini dibintangi aktor dan aktris anak-anak yaitu Aisha Nurra Datau dan Raihan Khan serta didukung oleh aktor dan aktris senior seperti Cok Simbara, Hj. Neno Warisman, Jajang C Noer, Meriam Bellina, Mike Lucock, Adhitya Putri dan banyak melibatkan pemain cilik.

Produser film ini, Budiyati Abiyoga mengatakan, film ini siap meramaikan industri perfilman di Indonesia tentang cerita anak-anak yang bernuansa religi. “Ini menjadi salah satu film yang sangat mendidik, baik dan inspiratif terutama untuk generasi muda. Penamaan Iqro pada judul besar film ini terinspirasi dari Wahyu yang diterima Nabi Muhammad SAW. Film ini bercerita tentang pentingnya mencintai Alquran sejak dini sebagai dasar bagi perkembangan pribadi generasi muda muslim,” jelasnya.

Setelah absen berakting selama lebih dari 15 tahun, aktris senior Neno Warisman kembali ke dunia perfilman dalam film ini. “Selama ini sudah banyak menolak tawaran main film dan stripping di TV, tapi untuk film ini tidak boleh tidak,” kata perempuan 52 tahun kelahiran Banyuwangi, Jawa Timur, itu.

Menurut Neno, Iqro begitu istimewa karena genrenya yang merupakan film anak dan keluarga dengan muatan religi. Sinema produksi Salman Film Academy di bawah naungan Masjid Salman Institut Teknologi Bandung itu juga penuh unsur sains dan kepengasuhan.

Film Iqro Petualangan Meraih Bintang sendiri bercerita tentang Aqila (9 tahun) diperankan Aisha Nurra Datau, anak yang gandrung pada sains, namun kurang berminat mempelajari Al Qur’an. Aqila memiliki seorang kakek yang berprofesi sebagai astronom dan tinggal di Pusat Peneropongan Bintang Bosscha (Cok Simbara).

Aqila bermaksud membuat tugas sekolahnya yang berhubungan dengan astronomi, kakeknya memberi izin pada Aqila untuk menggunakan teropong bintang di Bosscha untuk menyelesaikan tugasnya, namun dengan satu syarat Aqila harus bisa membaca Al Qur’an. Aqila menyanggupinya.

Saat di rumah kakeknya, Aqila bertemu Ros, anak dari seorang pembantu di sana. Ros mengajaknya bermain di sebuah masjid. Di masjid inilah Aqila belajar membaca Alquran dengan metode Iqro, yang menyenangkan, berirama, dan dibawakan secara ringan. Pengalaman Aqila belajar Alquran dan teladan dari kakeknya inilah yang menggugah mata hatinya, tentang kebesaran Allah SWT yang menciptakan alam semesta. (njs/dbs)

 Baca juga:

Film 'Iqro: Petualangan Meraih Bintang': Sarat Makna Untuk Generasi Muda


Back to Top