Ribuan Muslim Ikuti Zikir Akbar pada Malam Tahun Baru 2017

gomuslim.co.id- Malam tahun baru masehi memang bukan tradisi umat Islam, karena umat Muslim punya perayaaan tahun baru khusus, yaitu tahun baru hijriyah 1 Muharram. Untuk itu, bagi umat muslim perayaan malam tahun baru kali ini tidak melulu dengan pesta kembang api, tapi bisa dengan muhasabah diri dengan menggelar acara Zikir akbar.

Malam tahun baru 1 Januari 2017, Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin bersama ribuan umat Islam mengiisi perjalanan waktu menuju malam pergantian tahun baru dengan berdzikir di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur.

Menag hadir di masjid At-Tin jelang ibadah salat Isya. Masuk waktu Isya, Menag bersama ribuan umat Islam melaksanakan isya berjamaah. Mereka yang hadir tampak memadati Masjid At-Tin hingga lantai tiga dan halaman masjid.

Usai Isya berjamaah, acara dilanjutkan dengan Dzikir Nasional. Acara ini diinisiasi oleh Harian Republika dan sudah berjalan dalam 15 tahun terakhir di setiap malam pergantian tahun baru kalender Masehi. Selain Menag, Dzikir Nasional ini dihadiri juga oleh sejumlah tokoh nasional, seperti: Hidayat Nur Wahid, dan Anies Baswedan.

Zikir Nasional juga diisi dengan sambutan, termasuk dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dalam sambutannya, Menag kembali menegaskan tentang pentingnya sikap bijak dalam bermedia sosial agar tidak terjebak pada penyebaran isu yang tidak jelas serta memecah belah. Menag berharap masyarakat mentradisikan tabayyun atau klarifikasi setiap menerima informasi.

Selain itu, Menag mengajak umat Islam untuk menjadikan malam pergantian tahun sebagai momentum untuk mengevaluasi diri. Dari situ diharapkan akan muncul kesadaran baru untuk terus melakukan perbaikan di masa mendatang.

"Kita sering lupa tugas manusia adalah menyampaikan kebajikan. Melalui dzikir inilah kita dapat mengingat kembali tujuan kita hadir di muka bumi. Hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Dan hari esok harus lebih baik dari hari ini," kata Menag.

Menag Ajak Masyarakat Bijak Sikapi Media Sosial

Dalam kesempatan tersebut, Menag juga mengajak masyarakat Indonesia untuk lebih bijak dalam menyikapi dan menggunakan media sosial. Menurutnya, survei Kominfo menunjukan rata-rata masyarakat menggunakan internet 3.5 jam sehari. Jika kebanyakan digunakan untuk media sosial, maka diperlukan kearifan agar kegiatan tersebut lebih bermanfaat.

"Di era digital ini, dunia maya menjadi bagian yang tak bisa dipisahkan dari dunia nyata. Saya berpesan agar kita bijak, kritis dan lebih cerdas dalam menyikapi perkembangan dunia maya, media sosial," terang Menag saat memberikan sambutan pada Dzikir Nasional di Masjid Agung At-Tin Jakarta, Sabtu (31/12).

Menurutnya, banyak hal positif yang bisa diposting, seperti ajakan ibadah, amal shaleh dan lainnya. Kalo informasi yang masih diragukan kebenarannya, Menag minta agar tidak diteruskan.

"Di Tahun 2017 besok, semoga kita tidak mudah dipengaruhi dan adu domba, karena kita tidak ada waktu untuk mengembangkan diri dan menjadi lebih produktif," harap Menag.

Menag mengajak umat Islam untuk menjadikan malam pergantian tahun sebagai momentum mengevaluasi diri. Dari situ diharapkan akan muncul kesadaran baru untuk terus melakukan perbaikan di masa mendatang.

Selain itu, selaku penceramah Zikir Nasional, Ketua Umum MUI yang juga Rois Am PBNU KH Maruf Amin mengangat tema terkait hidayah.  (fau/kemenag)

 


Back to Top