Tumbuh Positif, Begini Keadaan Saham Syariah pada Awal Tahun 2017

gomuslim.co.id- Geliat pertumbuhan investor pada 2016 mencapai lebih dari 100 persen dan jumlah saham syariah yang diperdagangkan di BEI juga meningkat sektar 345 saham syariah., hal ini membuktikan bahwa ritme saham syariah di pasar modal syariah Indonesia masih sangat bagus.

"Jumlah investor pada akhir 2016 tumbuh sekitar 10 ribu investor, dan di 2017 ini kita double-in lagi jadi 20 ribu investor biar semua lebih syariah," ujar Direktur Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan, Minggu (01/01/2017). 

Adanya peningkatan jumlah investor di saham syariah juga didorong oleh semakin banyaknya anggota bursa (AB) yang mempunyai Syariah Online Trading System (SOTS). Saat ini, tercatat ada 12 AB yang memiliki SOTS, dan hal ini dapat menjadi kekuatan untuk semakin menumbuhkan saham syariah di Indonesia. "Praktis yang punya SOTS kan punya jaringan kantor cabang dan online yang sudah mumpuni, jadi mencapai ke sisi investornya juga bisa berjalan lancar," pungkas Nicky.

Langkah BEI untuk meningkatkan kemudahan akses ke pasar modal syariah Indonesia, khususnya investor syariah, adalah telah melakukan berbagai insiatif seperti mendirikan sekolah pasar modal syariah sejak 2010 dan membuat SOTS untuk menyaring transaksi saham agar sesuai dengan kaidah syariah yang sudah disertifikasi dari Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI).

Kemudian lanjut Nicky, sejak akhir 2015 BEI juga telah membentuk sepuluh galeri investasi syariah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia diantaranya Jakarta, Yogyakarta, Makassar, Jepara, dan Bengkulu.

Selain itu peningkatan jumlah emiten yang masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) Periode II 2016 menunjukkan bahwa pasar modal syariah sangat menjanjikan bagi para emiten. Apalagi, penerbitan sukuk korporasi kini makin marak seiring dengan penerbitan obligasi korporasi.

Sektor yang paling banyak diminati oleh emiten di pasar syariah adalah dari sektor perbankan. Sebab, banyak sekali perbankan syariah di Indonesia yang bagus. Selain itu, proyek-proyek infrastruktur juga diminati namun emiten infrastruktur jarang menerbitkan sukuk karena aset underlying belum ada. Untuk menerbitkan sukuk, diperlukan aset underlying yang juga syariah.

Dengan penerbitan investasi syariah seperti sukuk akan sangat membantu mendorong perkembangan pasar syariah ke depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pipeline penawaran umum untuk IPO Saham saat ini berjumlah 5 perusahaan, Penawaran Umum Obligasi sebanyak 4, dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi sebanyak 2. Sementara, belum terdapat pernyataan pendaftaran sukuk karena masih dalam proses.

Sedangkan outstanding sukuk korporasi per 25 November 2016 yakni sebesar Rp 12,55 triliun atau meningkat 26,78 persen year to date. Sedangkan pertumbuhan reksa dana syariah yakni NAB per 18 November 2016 mencapai Rp 12,04 triliun atau meningkat 9,35 persen year to date.(nat/dbs)

 


Back to Top