OJK Siap Dorong Pertumbuhan Pasar Modal Syariah pada 2017

gomuslim.co.id- Awal tahun 2017, Otoritas jasa Keuangan (OJK) sudah menyiapkan berbagai langkah untuk mendukung perkembangan keuangan syariah di Indonesia. Salah satunya adalah dengan memperbanyak produk pasar modal syariah.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Nurhaida mengatakan pada tahun 2016 lalu OJK  sudah mengeluarkan peraturan DIRE Syariah dan kini pada 2017, diharapkan produknya bisa segera keluar.

Selain itu, Nurhaida juga mengatakan pada dasarnya OJK telah memfasilitasi dan mencoba membuat ketentuan maupun program yang dapat mendorong pasar modal syariah. Ketentuan tersebut telah dituangkan dalam Roadmap Pasar Modal Syariah 2015 sampai 2019 yang berisi lima arah pengembangan pasar.

Lima arah tersebut adalah  penguatan pengaturan atas produk, lembaga, dan profesi terkait pasar modal syariah. Arah pengembangan yang pertama ini akan memperkuat kerangka hukum dalam peneritan dan transaksi efek syariah, serta memperkuat pelaku pasar, lembaga, dan profesi yang terkait dengan pasar modal syariah.

Kemudian, arah pengembangan yang kedua yakni terkait dengan peningkatan supply dan demand produk pasar modal syariah. Arah pengembangan ini diimplementasikan melalui kajian pengembangan produk syariah di pasar modal. Peningkatan supply dan demand juga dapat mendorong penerbitan efek syariah, memperluas basis investor, dan pengembangan infrastruktur penunjang pasar modal syariah.

Sedangkan, arah pengembangan yang ketiga yakni upaya pengembangan sumber daya manusia dan teknologi informasi di pasar modal. Pengembangan ini akan mengimplementasikan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia, serta infrastruktu teknologi informasi.

Sementara, pengembangan yang keempat yakni mendorong promosi dan edukasi pasar modal syariah kepada masyarakat dan juga melibatkan lembaga-lembaga terkait. Lalu, arah pengembangan pasar modal syariah yang kelima adalah koordinasi dengan pemerintah dan regulator untuk menciptakan sinergi kebijakan.

"Pendalaman pasar tetap menjadi fokus kita di 2017, dan kita sudah membuat banyak program di 2016 ini sehingga diharapkan bisa membuat pasar modal syariah bisa berkembang lebih cepat," kata Nurhaida.

Nurhaida juga menjelaskan bahwa ada tiga pilar yang dituju untuk meningkatkan pertumbuhan pasar modal syariah yakni meningkatkan jumlah emiten atau produk, mendorong pertumbuhan investor, dan meningkatkan infrastruktur pasar.  Pada 2016, rata-rata pertumbuhan investor mencapai 35 persen. Menurutnya, apabila pasar efisien maka diharapkan akan lebih banyak emiten dan investor yang masuk ke Indonesia.

Senada dengan Nurhaida, Analis obligasi Danareksa Sekuritas Yudhistira mengatakan peningkatan jumlah emiten yang masuk ke dalam Daftar Efek Syariah (DES) Periode II 2016 menunjukkan bahwa pasar modal syariah sangat menjanjikan bagi para emiten. Apalagi, penerbitan sukuk korporasi kini makin marak seiring dengan penerbitan obligasi korporasi.

Dengan penerbitan investasi syariah seperti sukuk akan sangat membantu mendorong perkembangan pasar syariah ke depan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pipeline penawaran umum untuk IPO Saham saat ini berjumlah 5 perusahaan, Penawaran Umum Obligasi sebanyak 4, dan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi sebanyak 2. Sementara, belum terdapat pernyataan pendaftaran sukuk karena masih dalam proses.

Adapun, Outstanding sukuk korporasi per 25 November 2016 yakni sebesar Rp 12,55 triliun atau meningkat 26,78 persen year to date. Sedangkan pertumbuhan reksa dana syariah yakni NAB per 18 November 2016 mencapai Rp 12,04 triliun atau meningkat 9,35 persen year to date. (fau/ojk/dbs)

 


Back to Top