Begini Cara Mensos Motivasi Anak-Anak Agar Hafal Alquran

gomuslim.co.id- Seorang hafidz atau penghafal Alquran mempunyai kemuliaan sendiri. Selain bernilai ibadah yang sangat besar, menghafal Alquran juga menjadi modal penting untuk menjadi orang besar. Ketekunan dan kegigihan dalam menghafal ayat-ayat suci menjadi bekal menjadi ilmuan hebat di masa depan.

Demikian disampaikan Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa saat mengunjungi Pesantren Sains di Dzikir Nasional Republika 2016 lalu di aula Masjid Agung At Tin, Jakarta. Ia menekankan, menghafal Alquran tidak cuma memberi dampak keimanan, melainkan modal penting menjadi orang besar. “Terbiasa hafal Alquran, menjadi modal luar biasa menjadi dokter atau ilmuwan yang luar biasa,” ujar Khofifah.

Khofifah di depan anak-anak juga turut menceritakan kisah-kisah ilmuwan besar dunia seperti Al Khowarizmi dan Ibnu Sina. Ia menegaskan, sosok penting ilmu kebintangan dan medis itu, merupakan orang-orang yang senang menghafal Alquran. “Ulama-ulama besar terdahulu juga sangat gemar menghafal Alquran, bahkan tidak sedikit hafal seluruhnya,” katanya.

Menurut Khofifah, hafal Alquran adalah modal untuk menjadi seorang dokter yang luar biasa. Sebab, dengan hafal Alquran, seseorang memiliki kebiasaan untuk menghafal sehingga akan lebih mudah untuk menghafal istilah-istilah kedokteran.

“Dengan menghafal Alquran, kita akan terbiasa dengan istilah-istilah asing dan baru. Apalagi Alquran berbahasa Arab, yang tidak semua orang bisa. Kalau sudah terbiasa, maka menghafal istilah lain seperti ilmu kedokteran pun akan lebih mudah,” ungkapnya.

Selain itu, Khofifah juga menyampaikan penghafal Alquran memiliki peluang yang besar untuk masuk ke perguruan tinggi ternama. Sebab, sudah sejak tiga tahun terakhir sejumlah perguruan tinggi ternama memberikan kuota khusus bagi calon mahasiswa yang hafiz Alquran.

Setelah menceritakan dua kisah hebat itu, Khofifah langsung menanyakan kepada anak-anak yang ada di Pesantren Sains siapa yang ingin menjadi Al Khowarizmi dan Ibnu Sina. Ternyata, tidak ada satu pun anak yang tidak mengangkat tangan, menandakan keinginan yang tinggi menjadi ilmuwan.

Untuk itu, Khofifah pun mengajak semua peserta Pesantren Sains senantiasa berdoa agar dapat diberikan kemampuan menghafal Alquran. Menurut Khofifah, diri yang terbiasa menghafal Alquran akan memiliki kemampuan otomatis, untuk memasukkan ilmu-ilmu yang diterima ke dalam otak. “Jadi memang orang-orang yang menghafal Alquran itu, walau tahun pertama kesulitan biasanya lancar di tahun-tahun berikutnya,” ucap Khofifah.

Sebelum mengakhiri pesannya, ia sempat menghampiri anak-anak Pesantren Sains yang ingin berjabat tangan dengannya, dan langsung dikerubungi anak-anak para peserta. Setelah itu, Khofifah langsung ke atas untuk memberikan tausiyah kepada jamaah ibu-ibu yang ada di Masjid At Tin.

Dalam tausiyahnya, Khofifah meminta para orang tua membuka Alquran untuk mendidik anak-anaknya. Sebab menurut Khofifah, di dalam Alquran sudah tertera jelas tata cara membentuk karakter anak. Ia menilai, dengan menjadikan Alquran sebagai pedoman mendidik anak, sesungguhnya kita telah menggunakan format yang Allah SWT sudah siapkan.

“Ali bin Ali Thalib RA merupakan salah satu referensi terbaik yang bisa dijadikan pedoman,” kata Khofifah. Khofifah menambahkan, sejak hamil, sudah seharusnya anak dapat diperdengarkan kalimat-kalimat toyibah, agar bisa tertanam kebaikan sejak masih dari kandungan. Sedangkan, jika kita sebagai orang tua sejak mengandung sudah memperdengarkan kata-kata senonoh (tidak sopan) tentu akan terbawa ke anak. “Menurut Ali, selama anak usia 7-10 tahun ajarkan dengan berbagai format, setelah di atas 10 tahun dampingi anak kita,” ujarnya.

Menurut Khofifah, mendampingi itu berarti memastikan apa yang dikenakan, dimakan, dilakukan halal dan sesuai dengan syariah Islam. Ia menekankan, pendampingan sangat penting dilakukan orang tua, supaya kita, anak-anak, keluarga dan bangsa kita diberikan barokah dari Allah SWT. (njs/dbs)


Back to Top