Kunjungan ke Arab Saudi, Menag Tandatangani MoU Haji untuk Tahun 2017

gomuslim.co.id- Pada Selasa (3/1), Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akan bertolak ke Arab Saudi. Guna memastikan kuota haji Indonesia kembali normal sebagaimana sebelum dipangkas karena ada proyek perluasan Masjidil Haram. Menag juga akan mengecek langsung persiapan awal penyelenggaraan ibadah haji dan bertemu dengan otoritas di sana untuk menandatangani MoU haji atau yang dikenal dengan Taklimatul Hajj.

Menag mengatakan dalam nota kesepahaman mengenai haji itu ada butir-butir kesepakatan mengenai kuota haji masing-masing negara, termasuk Indonesia. "Indonesia tahun ini mendapat kehormatan sebagai negara pertama yang akan menandatangani MoU Haji 1438H/2017M," ungkapnya.

Menurut Menag, MoU Haji memuat sejumlah kesepakatan dan ketentuan terkait penyelenggaraan haji, termasuk di dalamnya mengenai kuota. Menag berharap kuota haji tahun ini bisa kembali normal seperti pada tahun empat tahun sebelumnya.

"Saya berharap, mudah-mudahan perjuangan yang selama ini dilakukan membuahkan hasil (kuota kembali normal)," kata Menag. Karena sejak beberapa tahun belakangan ini akibat ekspansi Masjidil Haram  kuota haji Indonesia dipotong 20 persen, padahal Indonesia memiliki kuota haji 211 ribu orang, yang terdiri dari 194 ribu kuota jemaah haji reguler dan 17ribu kuota jemaah haji khusus. Sementara hanya 168 ribu orang yang mendapat kuota, terdiri dari 155.200 kota haji normal dan 13.600 jemaah haji khusus.

Lukman mengatakan pengembalian dan penambahan kuota haji Indonesia akan berdampak besar terhadap pelayanan jemaah haji Indonesia.

Implikasi kembalinya kuota, sambung Lukman, bukan hanya akomodasi dan konsumsi tapi juga petugas pelayanan haji di dalam negeri dan di Saudi. Hingga saat ini daftar tunggu haji di sejumlah daerah di Indonesia semakin panjang, mulai dari belasan bahkan sampai puluhan tahun.

Seperti di Jambi daftar tunggu sampai 25 tahun dan Daerah Istimewa Yogyakarta  17 tahun. Kemenag mencatat sekitar tiga juga orang masuk atrean haji.

"Penambahan kuota tidak hanya soal ketidaknyamanan, tapi juga ancaman keselamatan jiwa jemaah selama di Mina," tukas Menag.

Kementerian Agama terus melakukan perbaikan dalam penyelenggaraan ibadah haji. Kerja keras Kemenag mulai menunjukan hasil. Dalam tiga tahun terakhir, indeks kepuasan jemaah haji sebagaimana survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik terus mengalami peningkatan.

Indeks kepuasan jemaah pada penyelenggaraan ibadah haji 1435H/2014M sebesar 81.52. Indeks kepuasan ini naik 1.15 point menjadi 82.67 pada 1436H/2015M. Kenaikan kembali terjadi pada penyelenggaran ibadah haji 1437H/2016M menjadi 83.83. Ketiganya masuk dalam kategori memuaskan. (nat/antara/kemeng/dbs)


Back to Top