Gali Potensi Wisata Religi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan Siap Kembangkan Pariwisata Halal

gomuslim.co.id- Setelah kemenangan Indonesia di kancah World’s Halal Tourism Award (WHTA) 2016, tren wisata halal kian populer dan menginspirasi pelaku pariwisata di berbagai daerah di Nusantara.

Beberapa daerah yang merespon peluang pengembangan sektor tersebut mulai banyak berbenah dan menyusun konsep pariwisata halal dengan memanfaatkan destinasi wisata andalan yang selama ini belum dikenal sebagai objek wisata halal. Salah satu yang melirik potensi tersebut adalah ‘Kota Seribu Sungai’, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Kalimantan Selatan memiliki luas wilayah 37.530 kilometer persegi dan memiliki sedikitnya 117 alur sungai. Sekitar 40 sungai melintasi Banjarmasin, seperti Sungai Barito, Martapura, Kuin, Mulawarman, Alalak, Pangeran, dan Pelambuan. Dan pada saat penyebaran Islam di Kalsel pun bersentuhan dengan kultur air. 

Kepala Dinas Pariwisata Banjarmasin, Ikhsan Alhak mengungkapkan, bahwa pengembangan wisata halal Banjarmasin dianggap tepat, karena mengingat kota tersebut kental dengan suasana Islami dan dijuluki kota religi. “Fasilitas wisata halal yang coba dikembangkan selain kebutuhan kuliner, juga jasa seperti hotel syariah,” ujar Ikhsan.

Untuk menggaet investor atau pelaku usaha dalam mendukung perkembangan wisata halal di Banjarmasin, Ikhsan memiliki strategi yang direncanakannya. “Agar bisa berkembang, rencananya ada diskon retribusi bagi pelaku usaha yang ingin menjalankan konsep wisata halal itu,” tutur Ikhsan.

Sejak dahulu Banjarmasin memang cukup terkenal dengan kota bernuansa Islam. Hal ini dapat sejalan dengan konsep wisata halal. Beberapa destinasi wisata Banjarmasin yang cukup terkenal diantaranya adalah Pasar Terapung sebagai salah satu ikon kota, Pasar Intan Martapura, Pulau Kembang, Masjid Sultan Suriyansyah yang telah berdiri sejak abad 16 Masehi, dan beberapa lainnya yang sangat potensial dikembangkan ke konsep halal.

Masjid Sultan Suriansyah merupakan Kalimantan Selatan dengan Ibukotanya Banjarmasin, memiliki 11 kabupaten dan dua kota, mayoritas warga Kalsel yang berpenduduk sekitar 3,8 juta jiwa, adalah pemeluk agama Islam, (96,73 persen pada 2011). Meluasnya penyebaran Islam di kawasan itu tidak bisa dipisahkan dari kehadiran Masjid Sultan Suriansyah, masjid ini merupakan masjid pertama di Kalsel.

Bangunan Masjid Sultan Suriansyah berarsitektur khas Banjar, yakni berkonstruksi panggung dan beratap tumpang. Di bagian mihrab, atap terpisah dengan bangunan induk. Meski beberapa kali dipugar, nuansa kekunoan masjid tetap terjaga.

Sejumlah daun pintu berukir peninggalan kuno meski tak difungsikan lagi, tetap dijejerkan di sekitar dinding masjid. Mimbar kuno dari kayu ulin pun tetap dipertahankan. Tempat ibadah ini merupakan tonggak sejarah penyebaran Islam di Kalsel, bahkan di Kalimantan. Selain itu masjid ini selalu ramai dikunjungi wisatawan. Masjid Sultan Suriansyah berlokasi di perkampungan Kuin, Kelurahan Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Banjarmasin. Masjid itu berdiri di tepi persimpangan Sungai Kuin dan Sungai Martapura. (nat/dbs)


Back to Top