Dapat Lampu Hijau, Ini Lima Bank Syariah yang Akan Mulai Beroperasi di Maroko

gomuslim.co.id- Tidak semua negara memberikan izin bagi industri keuangan syariah untuk beroperasi meski dengan penduduk masyoritas Muslim. Seperti di negara Maroko. Namun, baru-baru ini, lima bank syariah telah mendapatkan izin untuk beroperasi dari Bank Sentral Maroko. Selain kelima bank itu, tiga bank Perancis juga telah mendapat lampu hijau untuk menjual produk kuangan syariah.

Demikian sebagaimana dilansir Alarabiya, Rabu (04/01). Dalam keterangannya, pemberian izin berbisnis kepada perbankan syariah dari lembaga legislatif Maroko ini berlaku sejak 2017 ini. “Setelah mengantongi izin tersebut, Bank Sentral Maroko saat ini sedang mempersiapkan sumber daya insani yang akan diisi oleh praktisi yang kompeten di bidang industri keuangan syariah dan juga ulama,” tulisnya dalam keterangan resmi.

Bank Sentral Maroko ini juga mempersiapkan jajaran direksi keuangan syariah untuk mengawasi perbankan syariah. Negara ini memang menolak perbankan syariah sejak munculnya pergerakan Islam. Namun, pasar Maroko kekurangan likuiditas dan investor asing. Dengan keuangan syariah, likuditas dan investor asing bisa dijaring.

Sebelumnya, Bank Sentral Maroko sendiri telah menerima tujuh permintaan dari lembaga keuangan untuk dapat beroperasi sebagai lembaga keuangan syariah. Regulator akhirnya memberikan izin kepada tiga bank besar Maroko yakni Attijariwafa Bank, BMCE of Africa, and Banque Centrale Populaire (BCP). Selain itu, regulator juga memberikan izin kepada dua lembaga pinjaman yakni Credit Agricole (CAM) dan Credit Immobilier et Hotelier (CIH).

Untuk mengoperasikan bank syariah, Attijariwafa Bank sedang melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan salah satu pemegang saham yakni Islamic Development Bank (IDB). Rencananya, IDB akan memiliki saham minoritas yakni antara 10-20 persen. Sedangkan, bank lainnya juga tengah melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan para pemegang saham. Diantaranya  BCP dengan Guidance Financial Group, BMCE dengan Al Baraka Banking Group, dan CIH dengan Qatar International Islamic Bank.

Sementara itu, bank BUMN Maroko yakni Credit Agriole (CAM) yang juga mendapatkan izin operasional bank syariah akan membuat unit usaha syariah bersama dengan Islamic Corporation for the Development of the Private Sector (ICD). Dalam hal ini ICD merupakan anak perusahaan dari IDB yang berbasis di Saudi, dan sepakat akan menyuntikkan dana sebesar 200 juta dirham atau 19,70 juta dolar AS sebagai modal awal. Diharapkan, dari modal tersebut dapat meningkatkan laba sekitar 400 dirham.

Selain itu, anak usaha dari bank asal Perancis yakni Societe Generale, Credit du Maroc, dan BMI juga telah mengantongi izin operasional untuk menjalankan sistem perbankan syariah. Maroko juga berencana untuk menerbitkan sukuk negara yang pertama di pasar domestik pada pertengahan 2017 ini, namun parlemen belum menyetujui RUU yang mengatur asuransi syariah atau takaful.

Sebelumnya, negara-negara Afrika Utara menolak beroperasinya perbankan syariah karena kekhawatiran ada gerakan islam. Namun, seiring dengan berjalannya waktu industri keuangan syariah dinilai dapat menarik investor asing dan memperkuat likuiditas. (njs/arabiya/dbs)

 


Back to Top