Reksa Dana Syariah Pertama di Indonesia Ini Perluas Penjualan Produk untuk Nasabah Asia Pasifik

gomuslim.co.id- Produk investasi berbasis syariah atau reksa dana syariah kian mendapat tempat di masyarakat. Hal ini seiring dengan inovasi produk yang terus dilakukan oleh beberapa industri keuangan syariah. Baru-baru ini, PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) bekerja sama dengan PT Bank Commonwealth (Commonwealth Bank) dalam memasarkan produk reksadana saham syariah offshore, Manulife Saham Syariah Asia Pasifik Dollar AS (MANSYAF).

Director of Retail Banking Commonwealth Bank, Rustini Dewi mengungkapkan, pemasaran reksa dana ini nantinya akan ditawarkan melalui 70 kantor cabangnya di 31 kota besar di Indonesia. “MANSYAF merupakan reksa dana syariah kelolaan PT Manulife Aset Manajemen Indonesia (MAMI) yang berinvestasi pada efek luar negeri (offshore),” ujarnya.

Lebih lanjut, Rustini menjelaskan, reksa dana berdenominasi dolar AS ini memiliki portofolio yang terdiversifikasi (tergolong) pada beragam saham syariah di berbagai negara di kawasan Asia Pasifik, kecuali Jepang. “Perusahaan terus berkomitmen dalam memberikan berbagai alternatif investasi. Ini sebagai rangkaian penawaran wealth management bagi nasabah ritel Commonwealth Bank,” katanya.

Menurut Rustini, perekonomian di kawasan Asia Pasifik menunjukkan perkembangan yang positif seperti surplus neraca berjalan Korea Selatan dan tingginya permintaan produk-produk teknologi dari Taiwan. Hal ini menjadikan kawasan Asia Pasifik sebagai tempat investasi yang menarik bagi nasabah Commonwealth Bank.

Sementara itu, Presiden Direktur MAMI Legowo Kusumonegoro, menyebutkan, kerjasama dengan Commonwealth Bank sangat bermanfaat untuk membantu para nasabahnya dalam pengelolaan investasi.

“Kami bersyukur dapat terus dipercaya oleh Commonwealth Bank untuk membantu para nasabahnya dalam pengelolaan investasi. Dengan hadirnya MANSYAF di Commonwealth Bank, kami harap produk ini dapat menjadi solusi bagi para nasabah Commonwealth Bank yang membutuhkan tempat penyimpanan dan investasi dolar yang aman dan bertumbuh,” tutur Legowo.

Sebelum menggandeng Commonwealth, hingga akhir November 2016, MANSYAF telah dimanfaatkan oleh 169 investor individu, dengan jumlah dana kelolaan sebesar 14,74 juta dolar AS. “Reksa dana Mansyaf diluncurkan MAMI sejak 15 Februari 2016 dan mencatatkan kinerja sebesar 8,10 persen sejak pertama kali diluncurkan hingga akhir November 2016,” ungkapnya.

Selanjutnya, dari jumlah dana kelolaan, sekitar 80 bahkan hampir 100 persen dari aset dialokasikan untuk diinvestasikan di instrumen saham syariah di kawasan Asia Pasifik kecuali Jepang. Sisanya dialokasikan di instrumen pendapatan tetap, sukuk, atau pasar uang yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah.

Fleksibilitas alokasi aset ini memungkinkan reksadana MANSYAF untuk merespon secara aktif segala perubahan kondisi pasar. “Kami yakin produk ini dapat menjadi pilihan investasi yang menarik bagi nasabah kami, khususnya nasabah yang memiliki tujuan investasi dalam mata uang dolar AS maupun nasabah yang mencari diversifikasi investasi,” tandasnya.

Sekadar informasi, Commonwealth Bank memiliki internet banking dan mobile banking yang memudahkan nasabah dalam berinvestasi. Artinya, nasabah dapat memantau, melakukan pembelian, dan menjual kembali investasi reksadana secara online. (njs/dbs)

 


Back to Top