Perbaiki Kualitas Pendidikan Islam, Ini Rancangan 'Smart Campus' di PTAI oleh Kemenag

gomuslim.co.id- Upaya peningkatan mutu Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI) terus dilakukan oleh pemerintah. Salah satunya adalah dengan membuat Smart Campus. Melalui program tersebut, Kementerian Agama melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Dirdiktis) fokus memperbaiki kualitas dosen serta sarana dan prasarana teknologi informasi di PTAI pada 2017.

Demikian disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI, Prof. Dr. Amsal Bakhtiar beberapa waktu lalu.  “Dirdiktis tahun ini akan meningkatkan kualitas dosen. Program peningkatan kualitas dosen sebenarnya sudah dilakukan sejak 2015 melalui program 5.000 doktor. Jadi, kemenag memberikan beasiswa kepada dosen-dosen PTAI untuk mengambil doktor,” ujarnya.

Amsal menambahkan, ke depan pihaknya berharap program ini akan terus berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan dan diharapkan. “Kita harapkan ke depannya, 80 sampai 90 persen dosen (PTAI) sudah menjadi doktor. Ini untuk meningkatkan kualitas PTAI di Indonesia,” tambahnya.

Menurut Amsal, meski programnya hanya untuk 5.000 dosen, Dirdiktis tidak ingin berhenti sampai di situ saja. Sebab, saat ini sudah ada sekitar 33 ribu dosen di PTAI negeri dan swasta. “Jadi, kami ingin program pemberian beasiswa kepada dosen-dosen PTAI ini akan terus berlanjut,” tuturnya.

Terkait dengan Smart Campus, Amsal mengatakan, tahun ini Dirdiktis juga akan meningkatkan lagi sarana dan pasarana teknologi informasi di PTAI. Tahun lalu sudah dimulai dengan membuat Smart Library di Bandung. Selanjutnya akan ada Smart Finance. “Jadi sistem keuangan juga berbasis teknologi. Nanti keseluruhan terintegrasi (Smart Library dan Smart Finance) menjadi yang kita sebut dengan Smart Campus. Kita ingin membangun Smart Campus,” jelasnya.

Diakuinya, untuk meningkatkan kualitas dosen serta sarana dan prasarana teknologi informasi memang masih ada kendala. Kendalanya, kata dia, karena keterbatasan anggaran dari pemerintah. “Harapannya anggarannya ditambah untuk meningkatkan kualitas dosen serta sarana dan prasarana teknologi informasi. Sebab, semuanya harus berbasis online,” ungkapnya.

Amsal menuturkan, berdasarkan data yang dimiliki Kemenag, saat ini ada sebanyak 57 PTAI negeri, 12 Universitas, 31 Institut, 12 STAIN (negeri) dan 662 STAIN (Swasta). Menurutnya, dari segi kelembagaan PTAI ada peningkatan di 2016.

Tahun lalu ada enam Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) yang bertransformasi menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN). Selain itu, di tahun lalu juga berdiri satu Universitas Internasional Indonesia. "Itu dari segi kelembagaan," ujarnya.

Sementara, dari segi peminat juga meningkat. Dijelaskan dia, dari lima jalur yang dimiliki PTAI Negeri, meningkat di tahun lalu saja. Pada tahun akademik 2015 - 2016 ada 280 ribu peminat. Kemudian, di tahun akademik 2016 - 2017 ada 320 ribu peminat. Jadi, memang ada peningkatan dari segi pendaftar.

“Di tahun lalu jurusan yang paling diminati, ekonomi Islam, ekonomi syariah, perbankan syariah, itu cukup besar peminatnya,” ujarnya. Di samping itu, jurusan yang ada sejak dulu juga masih banyak peminatnya. Seperti tarbiyah dan pendidikan agama Islam. (njs/dbs)

 


Back to Top