Direktur BWI: Pemerintah Harus Berikan Perhatian Lebih untuk Perkembangan Ekonomi Syariah

gomuslim.co.id- Ekonomi syariah tidak akan mengalami kemajuan dan perkembangan jika tidak ada perhatian khusus dari semua kalangan. Tidak terkecuali dari pemerintah. Pertumbuhan ekonomi syariah akan semakin baik jika pemerintah memberikan dorongan yang lebih besar terhadap industri keuangan syariah di Indonesia.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Badan Wakaf Indonesia (BWI), Achmad Djunaedi beberapa waktu lalu. Ia menilai, dorongan pemerintah untuk memajukan ekonomi syariah sangatlah penting demi meningkatkan pertumbuhan ekonomi syariah di masa depan. “Presiden sendiri meminta adanya pemerataan. Namun untuk pemerataan juga harus dilakukan pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi syariah,” ujarnya, Kamis (5/1) kemarin.

Achmad menjelaskan, saat ini alokasi 5,5 persen dukungan anggaran untuk pertumbuhan ekonomi syariah ia rasa masih terlalu minim, padahal pertumbuhan ekonomi syariah memiliki peluang yang cukup bagus. “Pemerintah harus mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Ini merupakan peluang yang baik. Pemerintah harus bisa mendukung program program yang memang menguatkan ekonomi syariah,” katanya.

Lebih lanjut, Achmad mengatakan salah satu yang sedang dikembangkan ekonomi syariah adalah Lembaga Wakaf Ventura. Ia menilai program ini bisa membuat UMKM dan ekonomi rakyat kecil bisa tumbuh membaik. Belum lagi, konsep syariah yang tak membebani masyarakat dengan lilitan bunga, ia nilai sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Menurut Achmad, kedepan pemerintah perlu benar-benar mengimplementasikan Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang keuangan syariah. Ia menilai, dorongan pemerintah sangat menentukan perkembangan ekonomi syariah. “Peran Pemerintah dalam hal ini sangat besar untuk kemajuan ekonomi syariah di Indonesia,” imbuhnya.

Sebelumnya, Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan peluang ekonomi syariah di Indonesia masih belum 100 persen disentuh para pelaku ekonomi. Sampai sekarang, aset perbankan syariah hanya 5,8 persen, dari total aset perbankan nasional. Padahal, masyarakat Indonesia mayoritas merupakan muslim, yang sangat membutuhkan skema tersebut dalam merefleksikan perekonomian.

“Kendala utamanya, memang sumber daya manusia (SDM) kita yang masih kurang. Padahal Indonesia punya potensi yang sangat besar untuk mengembangkan ekonomi syariah ini. Populasi Muslim di sini paling besar di dunia,” ujarnya.

Meski demikian, lanjutnya, peluang itu harus segera ditangkap dan tidak membuat masyarakat Indonesia rendah diri. Sehingga, berbagai instrumen berbasis instrumen seperti perbankan, asuransi syariah, hingga penerbitan surat berharga atau sukuk dapat lebih ditingkatkan. “Market syariah peluangnya sangat luar biasa, ini perlu lebih ditingkatkan,” sambung dia.

Instrumen ini menurutnya menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah dan masyarakat. Ke depan, dengan penetrasi yang lebih dalam, ditargetkan ekonomi syariah dapat menyentuh setiap lapisan masyarakat di seluruh Indonesia. “Meskipun masih sangat minim, tapi potensi yang dimiliki setiap pulau di Indonesia ini luar biasa, itu yang harus lebih digali,” paparnya. (njs/dbs)


Back to Top