Tingkatkan Mutu Pendidik, Pesantren Tebuireng Gelar Uji Kompetensi Guru Mandiri

gomuslim.co.id- Sebagai bentuk upaya meningkatkan profesionalisme dan kompetensi para pendidiknya. Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang, Jawa Timur melakukan uji kompetensi guru secara mandiri.

"Uji kompetensi dan kepribadian ini baru pertama kali dilaksanakan di Tebuireng. Tujuannya, agar pendidik dan tenaga kependidikan lainnya dapat terus meningkatkan kompetensi, kualitas diri dan profesionalitas mereka," ungkap "Mudir" (Dewan Pengasuh) Bidang Pendidikan di Pesantren Tebuireng, Kusnadi, Kamis (5/1).

Kegiatan ini diikuti sekitar 300 guru yang mengajar di Pesantren Tebuireng, Jombang dan dilaksanakan selama dua hari, sejak Rabu hingga Kamis (4-5/1). Acara ini digelar secara mandiri, dengan harapan kompetensi para guru juga bisa diketahui.

Kusnadi menambahkan, ujian hari pertama dimaksudkan untuk memetakan kompetensi pedagogik dan profesional para guru. Pesertanya sebanyak 245 orang guru dari semua unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Hasyim Asy'ari.

Sedangkan, pada hari kedua, peserta ditambah tenaga kependidikan lainnya, dengan jumlah peserta sebanyak 300 orang. Mereka mengikuti kegiatan secara penuh dengan kurikulum yang sudah disesuaikan. "Materinya sesuai kurikulum nasional yang diampu masing-masing guru," papar Kusnadi.

Semua tenaga pendidik dan kependidikan dari jenjang SD, SMP dan SMA Wahid Hasyim, MTs dan MA Salafiyah Syafi'iyah, SMA Trensains, SMK Khoiriyah Hasyim dan Muallimin Tebuireng diwajibkan ikut ujian ini. Alumnus SMA Wahid Hasyim Tebuireng, Jombang ini mengatakan untuk keluaran dari uji kompetensi ini guna untuk memetakan kompetensi pedagogik dan profesional para guru, sementara uji kepribadian dimaksudkan untuk memetakan kompetensi personal dan sosial mereka.

Selain itu untuk melaksanakan uji kompetensi dan kepribadian itu, Pesantren Tebuireng, Jombang, juga menggandeng tim konsultan dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Universitas Negeri Malang (UM). "Hasil pemetaan dan rekomendasi dari kedua universitas tersebut, nantinya akan menjadi dasar pembinaan dan pendampingan secara berkelanjutan," tukasnya.

Pondok Pesantren Tebuireng adalah salah satu pesantren terbesar di Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Pesantren ini didirikan oleh KH. Hasyim Asy'ari pada tahun 1899. Selain materi pelajaran mengenai pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at, dan bahasa Arab, pelajaran umum juga dimasukkan ke dalam struktur kurikulum pengajarannya. Pesantren ini telah banyak berkontribusi dalam dunia pendidikan Islam di Indonesia.

Seiring berjalannya waktu, Pondok Pesantren Tebuireng beberapa kali telah melakukan perubahan kebijakan yang berkaitan dengan pendidikan. Sebagaimana pesantren-pesantren pada zaman pendiriannya, sistem pengajaran awal yang digunakan adalah metode sorogan (santri membaca sendiri materi pelajaran kitab kuning di hadapan guru), serta metode weton atau bandongan atau halqah (kyai membaca kitab dan santri memberi makna).

Semua bentuk pengajaran tersebut tidak dibedakan dalam jenjang kelas. Kenaikan tingkat pendidikan dinyatakan dengan bergantinya kitab yang khatam (selesai) dikaji dan diikuti santri. Materi pelajarannya pun khusus berkisar tentang pengetahuan agama Islam, ilmu syari’at dan bahasa Arab.

Kyai Hasyim Asy’ari merupakan pelopor perubahan sisitem pendidikan di peantren ini pada tahun 1919, yaitu dengan penerapan sistem madrasi (klasikal) dengan mendirikan Madrasah Salafiyah Syafi’iyah. Sistem pengajaran disajikan secara berjenjang dalam dua tingkat, yakni Shifir Awal dan Shifir Tsani.

Tahun 1929, kembali dilakukan pembaharuan, yaitu dengan dimasukkannya pelajaran umum ke dalam struktur kurikulum pengajaran. Hal tersebut adalah suatu tindakan yang belum pernah ditempuh oleh pesantren lain pada waktu itu. (nat/dbs)

 


Back to Top