Inilah Gadis Tunanetra Asal NTB Penghafal Alquran Bersuara Merdu

gomuslim.co.id- Kekurangan fisik bukan menjadi hambatan gadis ini  untuk menghafal Alquran.  Penyandang tunanetra asal Bima, Nusa Tenggara Barat ini mampu menghafal Alquran dengan suara yang sangat merdu. Kemampuannya dalam menghafal dan melantunkan ayat-ayat Alquran menjadikan Putri sebagai penyandang disabilitas yang istimewa.

Meski sejak kecil Putri tidak bisa melihat, ia tak lantas menyerah menghafal kitab suci Alquran. Putri malah menganggap, kekurangannya sebagai anugerah terindah. “Pengaburan ini rahmat Allah. Insya Allah saya bisa lebih dekat dengan Allah, juga Alquran,” kata Putri beberapa waktu lalu.

Sehari-harinya, Putri selalu bersama Alquran. Dia merupakan seorang penghafal Alquran (hafidzah) yang tekun. Selain hafal, gadis 20 tahun ini juga mampu membuat pendengarnya ternganga saat ia melantunkan ayat suci Alquran di atas panggung. “Jadi merinding,” ujar salah seorang yang mendengar Putri melantunkan ayat-ayat suci Alquran.

Semua bermula saat Putri belajar membaca Alquran saat ia masih berusia 4 tahun. Ia tak membaca Alquran biasa, tapi Alquran dengan huruf braille yang dibuat khusus untuk penyandang tunanetra. Meski begitu, tetap saja Putri kesulitan. Dua tahun mencoba belajar membaca Alquran dengan huruf braille, Putri menyerah. “Baca huruf braille itu susah. Susah ngerabanya,” ucap Putri.

Menyerah membaca Alquran braille, bukan berarti menyerah belajar membaca Alquran. Putri mencoba metode lain di bawah bimbingan gurunya, Ustaz Ridwan dan Ustaz Rusdi. “Saya diajari menghafal, mendengarkan baik-baik kemudian melafalkan hurufnya,” kata Putri.

Metode menghafal itu membuat Putri nyaman. Ia lantas tumbuh bersama Alquran. Dengan semangat tinggi, Putri menghafal satu demi satu sabda sang Pencipta, bahagia bisa mendekatkan diri kepada-Nya.

Seiring bertambahnya usia Putri, keinginannya untuk mempelajari Alquran makin menggebu. Ia mencermati tanda baca dalam Alquran saat mengaji. Kecintaan pada Alquran mengantarkan Putri ke kejuaraan membaca Alquran, Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ). Menang bukan tujuan Putri. Ia mengatakan, hanya ikut lomba demi syiar Islam.

Dengan menyenandungkan seindah mungkin ayat-ayat suci saat berkompetisi, Putri ingin membawa masyarakat Islam Indonesia lebih dekat dengan Alquran. Selama ini, dekat dengan Alquran membuat Putri merasa tenang. Ketenangan yang sehari-hari menyelimutinya itu ingin dia tularkan kepada orang lain. “Pengennya teman-teman yang lain juga belajar Alquran. Belajar menghapal juga,” ucapnya.

Putri sendiri mulai mengikuti lomba membaca Alquran di kejuaraan MTQ Bima tahun 2011 dan menang. Dia kembali mengukir prestasi pada ajang MTQ Nasional 2016 yang dihelat di NTB. Ia menjadi juara pertama di cabang Tilawatil Quran khusus tunanetra. Putri meraih nilai hampir sempurna, 94,33.

Para juri terpukau mendengar lantunan ayat-ayat suci dari mulut Putri. Tak sedikit penonton yang merasa terharu dan menitikkan air mata. “Saya bersyukur. Orang tua juga bersyukur,” ujar Putri, tetap rendah hati dengan segala rezeki yang ia peroleh.

Putri ialah nama kecil yang menjadi sapaan akrabnya sampai saat ini. Remaja luar biasa itu memiliki nama lengkap Rizki Jumiati. Sesuai namanya, Putri merupakan rezeki tersendiri bagi orang tuanya. Fisiknya, yang menurut mata awam memiliki kekurangan, bukan hambatan bagi Putri untuk menapak masa depan.

Kini Putri telah menyelesaikan sekolah tingkat atas. Ia menggunakan waktunya sehari-hari untuk mengaji, menghafal dan mengajar Alquran di sekolah dekat rumahnya. Namun, Putri masih memiliki satu impian. “Insya Allah mau kuliah hafalan quran,” ujarnya. (njs/gosumbar/dbs)


Back to Top