Tentang Rilis Kuota Haji 2017, Ini Kata Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah

gomuslim.co.id- Kementerian Haji Arab Saudi telah menginformasikan bahwa perluasan Masjidil Haram diperkirakan selesai sebelum musim haji tahun depan. Hal ini mengindikasikan bahwa kuota haji dari setiap Negara akan kembali normal termasuk dari Indonesia. Namun, informasi jumlah pasti mengenai kuota haji merupakan hal sensitif, maka dari itu penyampaian angka kuota tersebut harus dilakukan oleh pihak yang tepat.

Demikian disampaikan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Abdul Djamil belum lama ini. Ia mengatakan pihaknya siap merilis kuota haji 2017 menyusul lobi yang dilakukan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada otoritas Arab Saudi mengenai kuota jamaah.

Sebelumnya, Menag melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk memastikan kuota jamaah tahun ini. “Penyampaian informasi jumlah pasti kuota haji harus dilakukan secara hati-hati. Dalam waktu beberapa hari ke depan, akan kami umumkan," ujar Abdul Djamil Minggu (8/1), kemarin.

Abdul mengatakan penambahan tersebut akan berpengaruh pada jenis layanan haji. Mulai dari Haji Khusus atau ONH plus maupun Haji Reguler. Meski diprediksi ada penambahan, dia menegaskan tidak ada fiksasi angka atau prosentase khusus yang menyatakan pembagian jenis layanan tersebut. Yang jelas, nantinya akan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Kalau data dari yang sebelumnya, kuota untuk haji reguler sekitar 155.200 jamaah, sedangkan yang khusus ada 13.600 jamaah,” tambahnya.

Berdasar informasi yang dilansir dari Sudi Gazatte, Kerajaan Arab Saudi mencabut kebijakan pengurangan kuota jamaah haji yang sudah berlaku selama empat tahun terakhir. Hal itu lantaran, ada proyek ekspansi atau pelebaran Masjidil Haram, yang kini pembangunannya hampir selesai.

Jika semula kuota haji di Indonesia berkisar 168 ribu jamaah, maka dengan penghapusan potongan 20%, diprediksi jumlah kuota haji menjadi 211 ribu jamaah. Angka tersebut merupakan jumlah yang tidak jauh berbeda dengan kuota yang berlaku sebelum 2013.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Haji dan Umroh Indonesia Muharom Ahmad berharap, pemerintah bisa mendapatkan kembali kuota awal sebanyak 211.000 jamaah haji plus kuota 3.500 petugas. Pihaknya saat ini sedang menunggu kepastian dari pemerintah RI terkait dengan hasil MoU dengan Menteri Haji Kerajaan Saudi Arabia.

Selain pengembalian kuota tersebut, dia juga berharap Indonesia bisa mendapat tambahan dari beberapa negara di Timur Tengah karena berkurangnya kuota. “Tahun ini bisa lebih dari 100.000 kuota yang bisa ditambahkan secara parsial dan bersifat sementara. Kepada negara-negara lain yang memiliki daftar tunggu jamaah yang panjang seperti Turki, Malaysia dan Indonesia,” ungkapnya.

Jika tidak ada aral melintang, dia memprediksi ada penambahan 20% secara kuantitas. Meski demikian, hal tersebut tidak selalu berbanding lurus dengan penjualan yang ada di biro travel. Katanya, angka tersebut akan sangat bergantung dengan nilai tukar dan harga minyak dunia. “Keduanya mempengaruhi harga tiket pesawat. Kalau harga sewa hotel diperkirakan stabil," tambahnya. (njs/dbs)


Back to Top