Karena Takjub dengan Islam di Indonesia, Dua Warga Jepang Ini Jadi Mualaf

gomuslim.co.id- Perkembangan mualaf di seluruh dunia terus meningkat, tidak terkecuali di Masjid Al Aqsa. Tempat suci ketiga umat Islam ini menjadi saksi ratusan orang bersyahadat, memeluk agama Islam. Selama dua tahun terakhir, ada 97 orang dari 17 negara resmi memeluk Islam di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem Timur. Hal ini disampaikan oleh oleh imam masjid Sheikh Ekrima Said Sabri, mantan mufti Agung Yerusalem beberapa waktu lalu.

Dikutip kantor berita Anadolu, Syaeikh Sabri mengatakan sebagian besar mualaf itu berasal dari negara-negara Barat. Negara-negara itu, di antaranya, Amerika Serikat (AS), Prancis, Jerman, Inggris, dan Finlandia. “Sebanyak 97 orang dari 17 negara telah mengumumkan pindah sukarela kepada Islam dengan mengulangi syahadat di Al-Aqsa,” kata Sheikh Sabri.

Lebih lanjut, Syeikh Sabri mengatakan bahwa Islam adalah agama yang penuh keadilan dan toleransi. “Islam adalah agama yang komprehensif, penyempurna dari semua pesan ilahi sebelumnya,” ujarnya seperti dilansir aboutislam.

Dia menambahkan menurut Alquran, keputusan memeluk agama Islam harus dilakukan secara sukarela. Mualaf tidak boleh mendapatkan paksaan untuk berpindah agama. “Sebagaimana Allah SWT berfirman: ‘Tidak akan ada paksaan dalam (penerimaan) iman,’” ungkapnya.

Tidak hanya digunakan sebagai tempat bersyahadat, setiap tahun, ratusan ribu orang dari seluruh dunia mengunjungi Masjid Al-Aqsa yang ikonik di Yerusalem Timur untuk berziarah atau berwisata rohani.

Sementara itu, di Tanah Air, dua warga negara Jepang yang tinggal di Indonesia, Tatsunori Hoshi dan Ohnuma Yoka, memutuskan menjadi mualaf. Mereka mengucap Syahadat di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jakarta, pada Jumat (6/01/2017).

Ohnuma mengaku masuk Islam atas kesadaran sendiri. Orangtuanya, yang tinggal di Jepang, tidak keberatan dengan keputusan ini. Sehingga dia mantap mengucapkan Syahadat dengan bimbingan Ketua Umum PBNU, Said Aqil Siradj. “Satu tahun saya tinggal di Indonesia, saya mengenal Islam sebagai agama yang peduli dengan fakir miskin,” kata Ohnuma.

Pertama-tama, Kiyai Said menjelaskan bahwa Islam adalah agama membawa rahmat bagi seluruh alam. Islam tak hanya tentang iman tapi juga akhlak dan peradaban. “Islam itu mengasihi, anti-kekerasan,” paparnya yang kemudian diterjemahan ke dalam bahasa Jepang.

Doktor lulusan Universitas Ummul Qura Makkah ini lalu menuntun satu persatu dari mereka untuk melafalkan dua kalimat syahadat. Ohnuma Yoka yang sudah satu tahun tinggal di Indonesia menerjemahkan syahadat dengan bahasa Indonesia, sementara Tatsunori Hoshi dengan bahasa Jepang.

Setelah resmi masuk Islam, nama asli keduanya tak berubah, hanya mengalami penambahan saja. Nama Tatsunori Hoshi ditambah Ali sehingga menjadi Ali Tatsunori Hoshi. Sementara, nama Sholehah ditambahkan untuk Ohnuma Yoka, sehingga menjadi Ohnuma Sholehah Yoka. “Orang tua saya tidak mempermasalahkan saya masuk Islam,” tuturnya

Ohnuma berteman dengan Tatsunori sejak tahun lalu. Tatsunori bekerja di perusahaan milik Muhammad Suzuki Nobukazu, pengusaha Jepang yang ikut mendampingi dalam kesempatan itu. Suzuki juga masuk Islam melalui bimbingan PBNU pada 2015. (njs/dbs)

 


Back to Top