Daftar Tunggu Ibadah Haji Kian Panjang, Ibadah Umrah Jadi Alternatif Warga Aceh ke Tanah Suci

gomuslim.co.id- Untuk sebagian orang umrah adalah alternatif pilihan disaat antrian haji yang kian panjang setiap tahunnya. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Aceh Tenggara Provinsi Aceh pun menyatakan umrah telah menjadi pilihan bagi warga setempat selama menunggu waktu pelaksanaan ibadah haji.

Kepala Seksi Haji dan Umrah Kemenag Aceh Tenggara Amon Yadi di Kutacane, Aceh Tenggara, Senin (9/1) mengatakan bahwa minat warga di Aceh Tenggara untuk melaksanakan umrah cukup tinggi. Apalagi dengan terbatasnya kuota haji.

“Ada lebih 10 perusahaan travel perjalanan umrah yang merupakan perwakilan dari kantor pusat mereka di Medan, Sumatra Utara, atau Jakarta memberangkatkan jemaah hingga dua kali dalam setahun,” ujar Yadi. Lanjut Amon,  hingga November 2016, sebanyak 317 orang telah mendaftar haji di daerah berbatasan Kabupaten Karo, Sumatra Utara. 

Ia mengaku tidak jarang warga Aceh Tenggara yang telah mendaftar untuk berhaji membatalkan keberangkatannya karena terlalu lama menunggu. "Jamaah sendiri yang bilang sama kita, karena usia mereka telah lanjut. Mungkin saya tak sampai umur kalau berhaji. Rata-rata seperti itu, maka mereka berangkat umrah," tuturnya.

Data Kantor Kementerian Agama mencatat dalam tiga tahun terakhir terdapat total 106 orang calon jamaah haji membatalkan keberangkatan ke tanah suci yaitu tahun 2014 sebanyak 22 orang, lalu 45 orang pada 2015, dan tahun lalu 39 orang. "Alasan mereka batalkan berangkat ada yang sakit dan meninggal dunia. Pikiran calon jamaah haji ini cuma satu, yakni sebelum meninggal, paling tidak saya sudah ke tanah suci," tukas Amon.

Di pihak lain Gubernur Aceh Zaini Abdullah ketika meresmikan penerbangan perdana Garuda Indonesia rute internasional, yakni Banda Aceh-Jeddah pada 2016 memperkirakan bahwa jamaah umrah di provinsi berjuluk Serambi Mekah bisa mencapai 10 ribu orang.

"Ini membuat beban biaya para jamaah umrah lebih murah dengan durasi penerbangan lebih cepat, sekitar tujuh jam lamanya," kata Zaini.

Sedangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menyatakan, terhitung 2 Oktober 2016 Muslim di Indonesia yang menjalankan umrah kali kedua dikenakan biaya visa.

"Semula saya bersurat pada menteri haji agar jamaah umrah Indonesia, kami mohon untuk dikecualikan dari pengenaan biaya umrah. Kemudian mereka mengeluarkan kebijakan baru, untuk yang pertama kali umrah bebas biaya," ungkap Lukman.

Lanjut Lukman, untuk haji yang kali kedua, ketiga dan seterusnya dalam kurun waktu satu tahun yang sama, setiap tahun sebenarnya umrohnya cukup sekali saja, dikenakan biaya 2.000 riyal Saudi.

Persoalan waiting list keberangkatan haji menjadi perhatian serius Pemerintah Pusat, yang setiap tahun terus berupaya mencari solusinya. Hal itu terjadi karena minat masyarakat Aceh menunaikan ibadah haji setiap tahun meningkat, sehingga harus antrian menunggu jadwalnya. Pihak Kanwil Kemenag Aceh berupaya meminta kuota tambahan setiap tahun agar daftar tunggunya tidak lama.

Sebagai upaya mengantisipasi lamanya masa tunggu, berdasarkan Peraturan Menteri Agama (PMA) No.29/2015 bagi yang sudah pernah berhaji, tidak diperkenankan lagi mendaftar haji sebelum 10 tahun dihitung haji terakhir sebelumnya. (nat/dbs)


Back to Top