Untuk Pengajuan Pinjaman Usaha, Kementerian Koperasi dan UKM Bentuk Direktorat Syariah

gomuslim.co.id- Laju positif industri keuangan syariah memberikan dampak baik bagi masyarkat khususnya para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah. Dalam rangka menangani pengajuan pinjaman usaha berskema syariah, baru-baru ini Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) berencana membentuk Direktorat Syariah pada tahun ini.

Hal ini seiring penyaluran dana bergulir dengan pola syariah hingga 31 Desember 2016 lalu sebanyak Rp 1,48 triliun atau 18,31 persen dari total penyaluran dana bergulir sebesar Rp8,08 triliun. Demikian disampaikan Direktur Utama LPDB Kementerian Koperasi dan UKM Kemas Danial dalam konferensi persnya di Jakarta beberapa waktu lalu.

Kemas mengatakan akan ada anggaran sebesar Rp 450 miliar yang bakal disalurkan dengan pola syariah. “Kami menargetkan penyaluran dana bergulir pada 2017 sebanyak Rp 1,5 triliun, Rp 450 miliar untuk syariah dan Rp 1,05 miliar untuk konvensional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Kemas menuturkan pihaknya akan menurunkan tarif layanan/bunga di 2017. Sektor Usaha Simpan Pinjam dari sebelumnya 8,0 persen per tahun menjadi 7,0 persen per tahun atau 0,30 persen per bulan flat. Sedangkan sektor riil 4,5 persen per tahun sliding atau 0,19 persen per bulan flat. “LPDB juga akan memberlakukan Pembatasan suku bunga pinjaman untuk sektor simpan pinjam pada tingkat end-user sebesar maksimal 18 persen per tahun,” katanya.

Kemas mengatakan salah satu misi LPDB adalah mewujudkan program pemerintah di bidang pembiayaan usaha KUMKM. Hal itu akan meningkatkan produktivitas dan daya saing ekonomi rakyat, penyerapan tenaga kerja, penumbuhan wirausaha baru, menciptakan lapangan kerja dan pengentasan kemiskinan.

Sampai Desember 2016, tenaga kerja yang terserap mencapai 1.759.608 orang. "Dari data tersebut menunjukkan bahwa LPDB-KUMKM fokus terhadap penyerapan tenaga kerja, dalam rangka menekan angka pengangguran," papar dia.

Pemerintah menambah dana bergulir untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sepanjang 2017 hingga Rp 1,5 triliun. Melalui LPDB-KUMKM, dana sebesar itu untuk membidik 120.292 UMKM mitra di seluruh Indonesia melalui 586 mitra yang terdiri dari koperasi dan non-koperasi. “LPDB juga telah mencairkan dana bergulir yang diproses tahun 2015 (carry over) sebesar Rp 845,4 miliar,” jelasnya.

LPDB juga mencatat akumulasi realisasi pendapatan sejak 2007 sampai dengan 31 Desember 2016 adalah sebesar Rp 1,12 triliun. "Dari realisasi akumulasi pendapatan tersebut, LPDB berhasil membukukan surplus sebesar Rp 625,89 miliar atau 55,83 persen dari total pendapatan yang diperoleh,” ucapnya.

Menurutnya, kini sudah saatnya memisahkan bentuk syariah dengan konvensional. Hal itu karena, perkembangan industri syariah tengah berkembang cukup baik. "Porsi syariah ini terus berkembang, sehingga atas saran BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), syariah dan konvensional harus dipisahkan," ujarnya.

Ia menambahkan, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) serta Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) tidak keberatan dengan saran tersebut. Berdasarkan data PLDB KUMKM, penyaluran dana bergulir dengan pola syariah mencapai Rp 1,48 triliun atau 18,31 persen sampai 31 Desember 2016. Sedangkan total dana bergulir sebesar Rp 8,08 triliun. (njs/dbs)

 

Komentar

  • abdulloh yusuf

    11 Januari 2017

    kemenkop

    Assalamualaikum untuk cara memdapatkan dana bergulir bagaimana ?


    Reply






















  • Tulis Komentar

    Kode Acak

    *Ket : Masukkan kode di atas sesuai tulisan, perhatikan huruf dan angka


    Back to Top