Ini Cerita Siswi Madrasah Berprestasi Asal Yogyakarta yang Kayuh Sepeda Setiap Hari

gomuslim.co.id- Kesuksesan butuh perjuangan hebat. Kerja keras dan usaha maksimal merupakan hal yang wajib dilakukan untuk menggapai cita-cita. Seperti yang dilakukan oleh siswa yang satu ini. Namanya Okti Sulistian Sari. Siswi MAN 1 Yogyakarta ini rela mengayuh sepeda satu jam setengah untuk menuju madrasahnya. Hal itu telah menjadi rutinitas Okti setiap hari.

Jarak dari rumah neneknya ke madrasah merentang sepanjang 15 km. perjalanan tersebut ditempuhnya dengan mengayuh sepeda. Rute tersebut termasuk jalur padat Yogya-Magelang yang membelah Kota Yogyakarta dan Kabupaten Sleman. Meski demikian, kondisi itu tidak menyurutkan semangat Okti untuk belajar.

“Setiap hari saya menempuh waktu 90 menit untuk perjalanan pergi-pulang ke madrasah. Kalau saya tinggal bersama orang tua di Bantul, jarak tempuh ke madrasah tambah jauh lagi,” ujar Okti yang memang tinggal bersama neneknya ini.

Okti pernah tinggal di pesantren di dekat madrasah. Namun, ia tak lama di pesantren itu karena tidak memiliki biaya untuk tinggal dan makan. Okti memang berasal dari keluarga yang kurang mampu. “Orangtua saya tidak punya biaya untuk tinggal di Pesantren. Akhirnya saya pun keluar, dan tinggal bersama nenek sampai sekarang,” ucapnya.

Namun, keterbatasan tersebut tidak lantas membuat Okti nihil pencapaian belajar. Okti merupakan siswi dengan segudang prestasi. Tercatat selama dia duduku di bangku madrasah aliyah, Okti berhasil menyabet berbagai ajang kejuaraan. Pencapaian tersebut antara lain, juara 1 Karate tingkat DIY dan juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat DIY di UII.

Tak hanya itu, sebelumnya, saat masih di MTsN Bantul Kota, Okti juga sukses memboyong beragam juara. Mulai dari juara 3 Pidato Bahasa Inggris tingkat DIY, juara 3 Karate tingkat DIY, juara 2 Pidato Bahasa Arab tingkat DIY, juara 2 LKTI tingkat DIY, dan juara harapan 1 Karate tingkat regional Jawa-Bali.

Prestasi Okti tentu diraih dengan kerja keras, meski tanpa dukungan fasilitas melimpah. Sebab, Okti berasal dari keluarga ekonomi tidak mampu. “Waktu masih MTs, bapak kerja jadi buruh bangunan dan ibu buka warung. Tapi sekarang bapak tidak kerja, hanya bantu ibu di warung,” ujar siswa kelas X IPS 2 MAN Yogyakarta 1, Senin (09/01).

Kepala MAN Yogyakarta 1 Wiranto menilai Okti sebagai siswi dengan semangat luar biasa. Menurutnya, sepeda yang digunakan Okti awalnya jauh dari kenyamanan. Selain sudah berkarat, dudukan sadel sobek dan banyak tali yang mengikat bagian-bagian sepeda. Karena itu, pihak madrasah berinisiatif memberikan hadiah sepeda baru bagi Okti. “Senang sekali, sangat bermanfaat bagi saya,” kata Okti riang saat menerima hadiah sepeda.

Kabid Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag DIY Edhie Gunawan berharap Okti terus mengukir prestasi hingga menginspirasi siswa lainnya, bahwa kesuksesan tidak selamanya harus dengan fasilitas melimpah.

Dengan semangat dan cita–cita yang tinggi, Okti mampu membuktikan bahwa tak ada satu halpun yang dapat menghambat seseorang untuk berprestasi. Meski hidup dalam keterbatasan, Okti tetap tersenyum mengayuh sepedanya meski dengan cucuran keringat. Semua itu demi satu misi, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin. (njs/kemenag/dbs)


Back to Top