Sertifikat Halal Jadi Peluang Besar untuk Produk Makanan Laut di Jepang

gomuslim.co.id- Seiring dengan perkembangan jumlah umat Muslim yang berwisata ke Jepang, sebuah perusahaan makanan laut di Jepang mulai melirik pasar umat Muslim setelah berhasil mendapatkan sertifikat Halal untuk ikan bluefin ternakan dan ikan jenis tuna Timur kecilnya.

Di negara yang kaya akan ikan segarnya ini sangat penting bagi makanan laut untuk mendapatkan sertifikat Halal. Dikarenakan Uwajima Project tengah mulai mengekspor ikannya ke Malaysia, sebagai salah satu negara dengan standar Halal yang sangat ketat dibanding negara lain. 

Proyek tersebut bekerja sama dengan para peternak ikan di Ainan, di prefecture yang sama. Uwajima Project's menghasilkan ikan hasil ternakan dan produk ikan olahan yang kini telah menyandang sertifikat Halal dari pemerintah Malaysia bekerja sama dengan Japan Halal Association di Osaka pada bulan Mei 2016 lalu. 

Seperti dilansir dari publikasi The Asahi Shimbun, perwakilan perusaaan Uwajima Project's dan pemerintahan prefecture Ehime mengatakan bahwa pemberian sertifikat Halal merupakan pertama untuk produk ikan yang terjadi di Jepang.

Adanya pemberian sertifikat itu, berarti produk telah mengikuti apa yang diperbolehkan dalam ajaran Islam. Sekaligus tidak mengandung komponen yang tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam. Biasanya yang paling menimbulkan keprihatinan adalah babi dan berbagai produknya sebagai tambahan dalam produk ikan olahan.

Uwajima Project's memutuskan untuk mengekspor produknya ke Malaysia, karena pemerintah Malaysia sepakat menjadi pihak yang menguji dengan ketat dan memberikan sertifikat Halal. 

Dalam proses pengujian, ratusan produk Uwajima Project’s diuji untuk menentukan mana produk yang mengandung turunan produk babi. Karenanya sebelum pengujian, Uwajima Project sampai harus mengecek ulang semua material pengepakan dan membersihkan semua peralatan pemrosesan agar bebas dari kemungkinan masih mengandung zat-zat yang tergolong turunan babi. 

Sebelumnya Uwajima Project mulai mengekspor tuna blurfin hasil pertenakan pertama kali pada tanggal 26 Oktober lalu dengan berat 47 kilogram ke Malaysia untuk pertama kalinya. Untuk ekspor ini semua kontainer tempat memuat ikan itu dibersihkan hingga sesuai dengan tuntunan Halal, sehingga untuk mendapatkan sertifikasi ini Uwajima Project membutuhkan waktu sampai 18 bulan. 

Meskipun Jepang tetap bisa mengekspor ikan ke negara-negara Islam meski belum memiliki sertifikat Halal, kriteria untuk mendapatkan sertifikat ini semakin ketat. Hal ini menurut Japan Halal Trade Organization (JETRO) berlaku untuk pertanian, hasil hutan, perikaan dan berbagai produk makanan lain.

Sebagai contoh Dubai, Uni Emirat Arab pada 2013 mulai memberlakukan peraturan bahwa produk perikanan impor harus disertai sertifikat bahwa ikan tidak diberi makan dengan protein hewani selain produk laut juga. 

"Mengikuti aturan sertifikasi Halal akan meningkatkan konsumsi produk makanan dari Jepang di kalangan Muslim," ungkap perwakilan JETRO. 

Di lain pihak Gubernur Ehime, Tokihiro Nakamura sepakat jika aturan produk berseetifikat dapat menjadi sebagai sesuatu yang akan menguntungkan. Katanya, dengan mendapatkan sertifikasi halal akan membuat umat Muslim dan non-Muslim bisa sama-sama menikmati produk ikan tanpa rasa cemas. Saya berharap akan lebih banyak jenis produk ikan yang bisa diekspor, seperti misalnya ikan ekor kuning dan salmon," pungkas Presiden Uwajima Project’s, Kenichiw Kiwada. (nat/dbs)


Back to Top