Inilah Model H&M Berhijab Pertama di Inggris

gomuslim.co.id- Dengan menjadi muslimah yang mengenakan hijab adalah suatu kebanggan tersendiri bagi wanita yang juga sebagai model. Ya, dialah Mariah Idrissi, seorang model H&M pertama yang memakai hijab.  

Karir Mariah dimulai saat dia sedang bekerja di pusat belanja London's Westfield dan seorang agen pencarian bakat global di dunia fashion berjupa dengannya. Setahun setengah yang penuh kejutan telah mengubah hidup Mariah. Dia bahkan disebut sebagai model gerakan busana modest. Lalu, dia menjadi model pertama yang menandatangani kontrak dengan Sellect, agen modelling besar dan memegang kontrak kerja sama dengan berbagai merek untuk tahun 2017. 

"Rasanya seperti naik rollercoaster, aku tak tahu apakah menjadi model dengan hijab pertama di dunia, tapi banyak orang mengatakan aku adalah sebuah terobosan besar," ujar Mariah.  Dia menyebut modest fashion dengan busana yang lebih tertutup sangat luar biasa. "Bukan pula untuk wanita Muslim saja dan modest fashion kami sebut sebagai alternatif,"  katanya.

Mariah menilai saat ini tak ada cukup banyak panutan di model di dunia fashion mainstream saat ini. Dia sendiri telah sering menjadi pembicara dalam banyak acara. Saat itu banyak gadis-gadis muda yang menghampirinya dan mengatakan betapa mereka suka cara berbusana Mariah. "Jadi ini bukan sekadar tentang agama," imbuhnya.

Lanjut Mariah, modest fashion telah mengurangi tekanan untuk gadis-gadis muda yang baru tumbuh. Bahwa tidak masalah mereka menjadi diri sendiri dan mengenakan apapun yang menurut mereka nyaman saat berbusana dan bersolek. "Tidak ada tekanan untuk memperlihatkan bagian tubuh yang dilarang, dan Anda bisa tetap menarik meski dengan baju yang tertutup,"  tukasnya.

Hijaber ini mengenang ketika dia remaja tak ada model fashion yang punya pribadi yang cukup kuat untuk menjadi panutannya. Hal itulah yang menjadi alasannya kini menjadi seorang pembicara pula. "Saya Muslim dan saya bangga akan hal itu. Tapi saya sedang tidak berceramah tentang pesan Islam bukan karena malu, saya hadir untuk perempuan dan busana modest adalah bagian dari hal itu," ujarnya dalam publikasi Dailymail. 

Penampilan Mariah telah menarik 43.600 pengikut di akun Instagramnya. Layaklah dia disebut sebagai trensetter. Menurutnya menjadi model berjilbab itu menyandang banyak tanggung jawab. Bukan sekadar apa yang diyakininya. "Tapi karena seluruh gaya hidup Anda harus cocok dengan apa yang Anda kenakan. Anda harus bisa mengilhami para perempuan muda,” katanya

Salah satu yang dilakukan Mariah adalah saat dia memulai tagar #ModestMonday di Instagram, di mana ia mendorong remaja putri untuk berbagi gaya pribadi mereka. "Saya ingin menunjukkan bahwa saya bukan satu-satunya yang melakukan hal ini, saya menyebutnya gerakan besar," tuturnya.

Tentu saja tak semua pihak senang dengan kehadiran Mariah di dunia figur publik. Tapi Mariah tak ingin komentar para 'haters' mengganggunya. "Jika ada komentar negatif baru memang rasanya mengerikan.

Misalnya saja ada orang yang mengomentari caranya berjilbab saat kunjungan ke Australia. Dia dituduh mencoba menutup-nutupi fakta bahwa dia seorang Muslim. "Saya pikir ini lucu karena ternyata memang kita tak pernah bisa menyenangkan semua orang. Namun meski berjilbab saya tak ingin dibatasi. Saya tak melihat apa yang tidak bisa saya lakukan, tapi apa yang bisa saya lakukan, ada banyak pilihan di luar sana. Kita cuma perlu melihat ke luar kotak," papar Mariah. (nat/dailymail/dbs)


Back to Top