Tingkatkan Pelayanan pada 2017, Kemenag Bangun Proyek 256 KUA di Nusantara

gomuslim.co.id- Guna mewujudkan peningkatan kualitas sarana dan prasarana pada Balai Nikah dan Manasik Haji Kantor Urusan Agama (KUA) di seluruh Nusantara, Kementerian Agama melalui Ditjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam terus menggalakkan program pembangunan KUA.

“Pada tahun 2017 ini, Kemenag akan kembali membangun 256 Balai Nikah dan Manasik Haji KUA. Sebelumnya, Kemenag juga telah menyelesaikan pembangunan 181 gedung layanan nikah dan manasik haji,” ungkap Amin, Sekretaris Ditjen Bimas Islam Muhammadiyah.

Amin memaparkan proyek pembangunan Gedung Balail Nikah dan Manasik Haji tersebut berada di 256 lokasi dan tersebar di sejumlah provinsi, yaitu: Aceh (6), Sumatera Utara (4), Bengkulu (1), Riau (3), Bangka Belitung (2), Jambi (2), Sumatera Barat (6), Sumatera Selatan (6), Lampung (8), Banten (2), Jawa Barat (6), Jawa Tengah (17), Yogyakarta (4), dan Jawa timur (16).

Proyek yang sama juga akan dilaksanakan di Kalimantan Barat (7), Kalimantan Tengah (6), Kalimantan Selatan (6), Nusa Tenggara Barat (1), Nusa Tenggara Timur (6), Sulawesi Tengah (6), Sulawesi Tenggara (4).

Kemudian juga di Gorontalo (3), Maluku Utara (3), Papua (2), Papua Barat (4), Sulawesi Barat (3), dan Sulawesi Selatan (14). Distribusi lokasi dan anggaran tersebut mengacu pada kesiapan masing-masing lokasi terkait syarat yang harus dipenuhi. Dalam melaksanakan proyek tersebut, Kementerian Keuangan telah mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 315 milyar yang bersumber dari SBSN.

“Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji yang berbasis di KUA ini sangat penting untuk memperbaiki pelayanan Kementerian Agama kepada masyarakat di tingkat kecamatan,” kata Amin melanjutkan.

Di lain pihak mantan Rektor IAIN Sultan Amai Gorontalo, berpendapat kalau beban semakin berat karena jumlah unit gedung balai nikah yang akan dibangun bertambah jumlahnya. Selain itu juga perlu terus ditingkatkan akurasi terkait dengan data KUA nasional, untuk menetapkan lokasi-lokasi prioritas yang membutuhkan perbaikan gedung.

Kendati demikian, Sekretaris Ditjen Bimas tetap optimis proyek tersebut akan berjalan lancar sebagaimana tahun lalu. “Tahun 2016, Kementerian Agama dinilai sukses dan mendapatkan apresiasi dari Presiden Joko Widodo dan Kementerian Keuangan sebagai Kementerian/Lembaga pemrakarsa proyek infrakstruktur yang dibiayai dengan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN),” tutur Amin.

Dan apresiasi tersebut diberikan kepada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan disaksikan Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Jumat, 24 Desember 2016 tahun lalu.

Pada kesempatan itu Presiden Jokowi mengatakan, bahwa keberhasilan proyek infrastruktur yang dibiayai dana Sukuk tidak dilihat dari nilai yang dihimpun melainkan dari kegunaan dan manfaat yang dirasakan masyarakat.

Berkenaan akan hal itu, proyek infrastruktur juga dapat digunakan untuk pembangunan di sejumlah kementerian seperti jalur kereta api, pembangunan jembatan, sarana prasarana gedung Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri, dan juga Balai Nikah.Melalui gotong royong diharapkan Sukuk dapat mensejahterakan rakyat. (nat/kemenag/dbs)

 


Back to Top