Program 'Ngaji di Kereta' Jadi Ajang Silaturahmi Plus Wisata di Banyuwangi

gomuslim.co.id- Tidak melulu di dalam ruangan, kegiatan megaji dapat dilakukan di mana saja, seperti halnya yang dilakukan oleh kelompok pengajian asal Banyuwangi yang melakukan kegiatan mengaji di dalam gerbong kereta sepanjang perjalanan Banyuwangi-Jember.

Mereka adalah Kelompok Program Pelatihan Terjemah Alquran (PPTQ) Safinatul Huda (Safinda) di Banyuwangi. Dengan menggunakan kereta api (KA) Pandanwangi, mereka mengisi perjalanan sepanjang Banyuwangi – Jember yang hampir tiga jam itu dengan khataman dan kajian Alquran.

Salah satu Ustadz dan Instruktur PPTQ Safinda Banyuwangi, Ahmad Zakaria mengungkapkan kegiatan tersebut atas usul jamaah yang dilakukan sembari refreshing yang kemudian dibantu untuk memfasilitasi. Sebelumnya, kelompok itu kerap mengadakan pengajian sembari berwisata ke pantai atau pegunungan.

PPTQ Safinda merupakan cabang Pondok Pesantren Safinatul Huda di Surabaya. Dalam beberapa tahun terakhir, mereka mengembangkan program pengajian dan pelatihan baca tulis Alquran serta terjemahannya. Sekitar 90 persen kota/kabupaten di Jawa Timur sudah memiliki cabang PPTQ Safinda. Bahkan, beberapa di antaranya telah memiliki pondok pesantren.

”Kalau di Jember, ada sekitar 500 jamaah kami. Mereka terbagi dalam 50 kelompok,” tutur Abdullah Syafiq, salah satu ustad yang menjadi instruktur di PPTQ Safinda di Jember.

Selain itu Kegiatan ‘Ngaret’ atau “Ngaji di Kereta PPTQ Safinda Banyuwangi” sekaligus bertujuan untuk mengunjungi rekan-rekan mereka di Jember. Di antara sekitar 1.000 jamaah di Banyuwangi, ada sekitar 160 orang yang mengikuti kegiatan tersebut pada Minggu (8/1).

”Awalnya, kami mau pesan satu gerbong saja. Tapi, ternyata yang ikut melebihi hingga satu setengah gerbong,” lanjut Ahmad.

Dengan menggunakan kereta Pandanwangi, para jamaah berangkat dari Banyuwangi sekitar pukul 10.00. Para anggota kemudian dibagikan masing-masing satu juz untuk diselesaikan (khatam) sepanjang perjalanan kereta. Setelah selesai, acara di dalam kereta dilanjutkan dengan pengajian interaktif dan kuis. ”Biasanya baru nyampe Kalibaru (perbatasan Banyuwangi dan Jember), jamaah sudah khatam. Pengajian dan kuis cukup menyenangkan,” tambah Ahmad.

Misi pengajian di PPTQ Safinda adalah mendekatkan masyarakat dengan Alquran. Karena itu, para jamaah berasal dari berbagai latar belakang usia, profesi, dan ormas. Mereka mengembangkan metode untuk orang dewasa yang belum bisa membaca Alquran agar lebih cepat menguasai. Selain itu, bagi yang sudah mampu membaca, mereka diajak memahami arti Alquran. ”Misi kami adalah membaca Alquran bisa seperti baca koran,” tukasnya.

Setelah sampai di Stasiun Jember, para jamaah PPTQ Safinda Banyuwangi langsung bertolak ke Masjid Jamik Baitul Amien, Jember, yang hanya berjarak beberapa ratus meter dari stasiun. Di sana, mereka disambut pengurus PPTQ Safinda Jember yang dipimpin ustad Abdullah Syafiq.

”Kami berencana melakukan kunjungan balasan ke Banyuwangi. Mungkin, satu atau dua bulan ke depan,” kata Ahmad.

Kemudian, setelah mengikuti ceramah interaktif dan salawat, mereka bertolak ke Banyuwangi dengan kereta api pada sore. Beberapa jamaah mengaku sangat senang mengikuti pengajian kreatif itu. Bahkan, ada beberapa jamaah yang merasa jarak Banyuwangi–Jember terlalu dekat. Ke depan, mereka meminta ada perjalanan yang lebih jauh lagi dari Banyuwangi.

”Alhamdulillah, banyak pencerahan dari kegiatan ini. Sudah tiga tahun ikut pengajian di PPTQ Safinda,” tutur Erna Laili, salah seorang jamaah. (nat/dbs)


Back to Top