Genjot Segmen Ritel, BSM Gandeng Pemprov Sumut Kembangkan Produk Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah terus memperluas jaringan kerjasama dengan bebagai instansi, tidak terkecuali pemerintah daerah. Sebagai upaya mengembangkan penggunaan jasa dan produk keuangan syariah di lingkungan pemerintahan, baru-baru ini Bank Syariah Mandiri (BSM) menggandeng Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatra Utara (Sumut) melalui sebuah kesepakatan kerjasama.

Penandatanganan perjanjian nota kesepahaman (MoU) ini dilakukan oleh Group Head Pawning BSM, Dian Faqihdien Suzabar (Difa) dan Gubernur Sumut, Tengku Erry Nuradi, di Kantor Gubernur Sumut. Kerja sama bertujuan untuk menggenjot segmen bisnis ritel perseroan.

Dalam pernyataannya, Difa menuturkan bahwa nota kesepahaman tersebut berkaitan dengan fokus BSM pada segmen ritel dan juga status BSM sebagai Bank Pembayar Gaji PNS atau Bank BO II. “Sehingga, PNS yang menghendaki gajinya dibayarkan melalui bank syariah, bisa melalui BSM,” kata Difa, dalam siaran persnya, Kamis (12/01).

Lebih lanjut, Difa mengungkapkan melalui kerja sama tersebut juga terkait dengan penawaran produk lainnya dari perseroan. “BSM menawarkan produk dan jasa khususnya pembiayaan terkait umrah dan haji serta cicil dan gadai emas bagi pegawai negeri di lingkungan Provinsi Sumut, ini jadi pilihan,” ujar Difa.

Menurut Difa, produk gadai dan cicil emas tersebut bisa digunakan untuk kebutuhan dana mendesak dan investasi. Sementara pemasaran produk haji dan umrah sejalan dengan meningkatnya animo masyarakat untuk beribadah ke Tanah Suci. “Jadi kedua hal ini yang diprioritaskan untuk jajaran pemerintahan Sumut,” tambahnya.

Sebelumnya, dalam hal serupa BSM juga sudah bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta lembaga pemerintah lainnya. Sejalan dengan fokus di segmen ritel, BSM memiliki lima produk unggulan yakni Tabungan dan Tabungan Mabrur Junior, Pembiayaan Gadai dan Cicil Emas, Pembiayaan Griya (KPR), Pembiayaan Mikro, dan Pembiayaan pensiun.

Bank Syariah Mandiri merupakan anak usaha Bank Mandiri yang telah memiliki cabang tersebar di berbagai daerah. “Saat ini BSM masih merupakan bank syariah dengan pangsa pasar terbesar dengan kisaran 24 persen hingga 27 persen untuk sisi aset, dana, serta pembiayaan,” jelas Difa.

Tercatat hingga November 2016, aset BSM telah mencapai Rp77,4 Triliun, Pembiayaan Rp54 triliun, dan total penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp68,1 triliun. Selain  itu, kata Difa, untuk Provinsi Sumatera Utara sendiri, kinerja BSM mencatatkan perolehan dana pihak ketiga Rp2,87 triliun, Pembiayaan Rp2,04 trilun dan Asset sebesar Rp2,98 triliun.

Di Provinsi Sumatera Utara, BSM memiliki 3 area yaitu Area Medan Ahmad Yani, Area Medan Gajah Mada dan Area Pematang Siantar dengan total outlet sejumlah 49 outlet. “Kami berharap penandatanganan MoU ini dapat segera disusul perjanjian kerjasama sehingga kami segera dapat mendukung kebutuhan perbankan syariah jajaran Pemrov Sumut," tutup Difa. (njs/dbs)


Back to Top