Ibu Asal Malaysia Ini Berbagi Tips Cara Tumbuhkan Cinta Alquran Kepada Anak-Anak

gomuslim.co.id- Mencetak generasi pencinta Alquran merupakan salah satu kewajiban bagi keluarga Muslim. Namun, menanamkan kecintaan anak-anak terhadap Alquran bukan merupakan perkara mudah.  Tetapi bukan berarti tidak bisa dilakukan. Seorang ibu bernama Puan Siti Aminah Sulaiman di Malaysia ini menggunakan beberapa pendekatan agar anaknya membaca Alquran.

Siti bercerita bahwa sebelumnya dia menggunakan cara seperti orangtua lainnya yaitu dengan menyuruh dan menjanjikan hadiah. Namun ia sadar, cara tersebut tak akan pernah berhasil menumbuhkan minat pada diri anak-anak terhadap Alquran. Meski anaknya memang akhirnya bisa membaca hingga 5 Juz saat berusia 5 tahun, tapi itu adalah hasil disuruh dan diupah. Bukan kesadarannya sendiri.

“Pikiran saya selalu buntu bagaimana melekatkan hati anak dengan Alquran sampai besar nanti. Syukur Alhamdulillah, Allah timbulkan kesadaran dalam hati saya. Saya memang tak lelah berdoa supaya diberi petunjuk menemukan metode yang tepat melahirkan anak yang cinta Alquran," katanya, seperti publikasi dari Siakapkeli.

Siti kemudian mengungkapkan beberapa pendekatan yang dia buat sebelum bisa melihat perubahan dalam diri anaknya. Pertama, berhenti menyuruh anak-anak. Siti mulai membuat rutinitas membaca Alquran. Jika sebelumnya kadang-kadang, sekarang dia sisihkan waktu khusus setiap hari untuk membaca Alquran. Antara Maghrib dan Isya Siti tinggalkan semua urusan duniawi untuk fokus membaca Alquran.

“Awalnya si anak hanya melihat kita. Tapi hari-hari selanjutnya, ketika melihat saya membaca, dia akan ambil Alquran dan ikut mengulang surat-surat yang sudah pernah dia baca. Jadi saya tak perlu lagi menyuruh dan itu berlangsung setiap hari,” ujarnya.

Hal kedua, kata Siti, adalah membaca Alquran bergiliran. Setiap hari Jumat, keluarga kecil Siti membuat Halaqah. Duduk dalam lingkaran sambil baca Surah Al Kahfi secara bergiliran. Maklumlah Surah Al Kahfi sangat panjang sehingga cara memudahkan anak agar hafal surat ini adalah dengan dibaca secara bergiliran. “Alhamdulillah, akhirnya dia sekarang bisa hafal seluruh Al Kahfi,” kata Siti.

Selanjutnya, yang ketiga yaitu memahami terjemahan Alquran. Taddabur atau memahami terjemahan Alquran sekarang menjadi kebiasaan Siti bersama anaknya. “Kami tadabbur makna ayat-ayat yang anak sudah hafal. Saya lihat wajah anak senang bila dia mulai tahu makna-makna ayat yang dia hafal sebelum ini. MasyaAllah, indahnya,” ungkap Siti.

Keempat, menghafal bersama-sama. Jika sebelum ini Siti selalu minta anak menghafal sendiri, maka selanjutnya dia mencoba menghapal Surah AdzDzariyat sama-sama. “Baru tahu susahnya menghafal dan memahami apa yang anak lalui. Posisikan kita pada anak untuk mengerti kesulitannya saat berusaha menghafal Alquran,” ucapnya.

Terakhir, puji anak di depan ayahnya. Bila anaknya membaca Alquran tanpa disuruh, Siti akan bercerita perihal tersebut kepada suaminya. Biasanya sang anak akan bertambah merdu bacaannya, mungkin karena sangat senang. “Serius, saya sudah berhenti memberikan hadiah dan menyuruh anak membaca Alquran. Kini di usianya hampir menginjak 7 tahun, dia memperlihatkan perbedaan besar dalam sikap dan minat baca Alquran,” tuturnya.

Bahkan beberapa kali keluar dari mulut anaknya, " Ibu, aku tidak bisa berhentibaca Alquran, sudah kecanduan. Lalu dia baca dalam suaranya yang paling merdu dan dalam diam air mata saya mengalir," tandasnya. (njs/dbs)


Back to Top