Inisiasi Taman Pendidikan Alquran, Polisi Ini Dapat Hadiah Umrah dan 3 Kali Raih Reward

gomuslim.co.id- Padatnya aktifitas sebagai seorang polisi tak lantas membuat Aiptu Munadi (45) lupa akan kegiatan sosial keagamaan. Polisi yang satu ini mendapat tiga kali reward dan mendapat hadiah umrah berkat aksi sosialnya di masyarakat. Selain aktif sebagai anggota kepolisian, ia juga menjadi seorang pelopor taman pendidikan alquran (TPA) bagi anak-anak.

Selain itu, Munadi yang bertugas di Polsek Tikasung, Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel) ini juga menjadi ustadz sekaligus imam masjid. Segala hal yang bebentuk kegiatan keagamaan, dia selalu aktif.

Aiptu Munadi lulus bintara pada 1993 dan mengawali dinas di Polres Tanah Laut. Kemudian dipindah ke Polsek Tikasung sebagai Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) sampai saat ini.

Munadi bercerita pada tahun 2003, desa tempatnya bertugas, Benua Tengah, kekurangan guru agama. Alhasil, siswa-siswi tak mendapat asupan ilmu agama Islam. Munadi kemudian berinisiatif menginisiasi pembentukan TPA. Awalnya di masjid, kini TPA Baitul Tolibin memiliki lima ruang kelas. “Santrinya sekarang 125 anak. Rata-rata anak usia SD,” kata dia.

Butuh waktu dua tahun sebelum santri-santri TPA menempati ruang. Munadi door to door menggalang dukungan dan sumbangan ke berbagai pihak. Pada 2005, gedung TPA mulai dibangun dengan dana terbatas. “Saya jadi gurunya, ustaz juga, dan kepala sekolah. Imam (masjid) juga. Pokoknya semua,” kata pria tiga anak ini.

Kegiatan di TPA dilakukan sore hari, sehingga tidak mengganggu dinas Munadi. Selepas berdinas, dia berada di TPA hingga menjelang petang. Aksi sosial Munadi rupanya terpantau pimpinan. Pada 2008, dia diumrahkan oleh Kapolres. Kemudian dia juga mendapat dua piagam dari Kapolres dan ditahbiskan sebagai polisi teladan karena menjadi ketua yayasan dan aktif dalam kegiatan keagamaan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan mengatakan memang sudah sewajarnya sosok seperti Aiptu Munadi diganjar reward. "Agar bisa jadi teladan bagi yang lain," katanya singkat.

Selain mengajar ngaji, Aiptu Munadi ternyata juga memiliki kegiatan lainnya, yaitu beternak sapi. Ada 15 ekor sapi di kandang yang dibangun di belakang rumahnya. Di samping rumahnya ditanami rumput untuk pakan ternaknya.

Munadi mengaku awalnya hanya punya tiga ekor sapi. Dalam perkembangan menjadi 15 ekor karena hewan ternaknya melahirkan anak sapi. “Saya waktu lulus dari sekolah polisi dan penempatan tugas, saya ditempatkan di Pelaihari Tanahlaut, kata teman di sana sunyi. Tak sadar berucap spontan, kalau sunyi enaknya sambil memelihara sapi. Ternyata ucapan itu menjadi kenyataan hingga kini,” katanya.

Munadi mengaku menjadi aparat penegak hukum yang bertugas di bagian pembinaan masyarakat memang harus selalu dekat dengan masyarakat dan memberikan tauladan. “Alhamdulillah, selama ini masyarakat senang dan saya menghindari pungli. Bagaimana mau pungli, istri saya orang Takisung sini. Saya tidak perlu uang pungli karena punya usaha ternak sapi. Satu anak sapi laku dijual Rp 10 juta," ucap Munadi. (njs/dbs)


Back to Top