Terkait Kenaikan Kuota Haji 2017, Ini Imbauan Menteri Agama

gomuslim.co.id – Presiden Joko Widodo menyampaikan jumlah resmi kuota jemaah haji Indonesia pada tahun 2017 dalam jumpa pers di Istana Presiden, Rabu (11/01). Jumlah kuota keseluruhan jemaah haji Indonesia pada tahun ini mencapai 221.000 jiwa. Sejak renovasi Masjidil Haram empat tahun silam, kuota jemaah Indonesia dipotong menjadi 168.800.

Biasanya kuota normal yang diadapatkan Indonesia dari Kerajaan Arab Saudi mencapai 211.000. Pasca rampungnya renovasi Masjidil Haram tahun ini, kuota jemaah haji Indonesia kembali normal pada angka angka 211.000.

Sementara itu, angka 10.000 sisanya merupakan permohonan Presiden Jokowi saat kunjungan kenegaraan ke Arab Saudi pada September 2015 silam. Menurut Presiden, Raja Salman akan melakukan kunjungan kenegaraan balasan pada Maret tahun ini.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin juga menyampaikan rasa syukurnya atas kenaikan kuota jemaah haji pada tahun ini.

“Mudah-mudahan ini akan semakin memperpendek antrian para calon jemaah haji Indonesia,” ujar Menag usai menghadiri acara ‘Refleksi 33 tahun Khittah NU’ di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyyah, Situbondo, pada Kamis (12/01).

Terkait pemanfaatan kenaikan kuota haji tersebut, Menag memprioritaskan kuota tersebut bagi yang belum pernah berhaji sama sekali. 

Menurut putra mantan Menteri Agama Saifuddin Zuhri ini, selain antrian jemaah yang cukup panjang, meski masing-masing provinsi berbeda, kewajiban haji hanya dilakukan sekali oleh setiap Muslim.  

Karena itu, Menag mengimbau kepada jemaah yang sudah pernah berhaji untuk berbesar hati memberikan kesempatan kepada jemaah lain yang belum berhaji.

Di waktu terpisah, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Sri Ilham Lubis menyampaikan bahwa Kementerian Agama akan menghadapi tiga tantangan terkait kenaikan kuota jemaah pada tahun ini.

Tantangan pertama itu terkait perlunya penambahan petugas. Hal ini untuk memastikan agar setiap layanan yang diberikan kepada jemaah sudah sesuai dengan prosedur, baik terkait katering, transportasi, akomodasi, dan lain sebagainya.

Menurut Sri Ilham, tantangan kedua menyangkut penempatan jemaah haji di Mina. Kenaikan kuota jemaah haji di seluruh dunia, termasuk Indonesia, berdampak pada padatnya kondisi jemaah di Mina.

Sementara itu, lanjut Sri Ilham, tantangan ketiga adalah potensi meningkatnya harga sewa akomodasi hotel. Oleh sebab itu, Sri Ilham sedang menyusun perencanaan untuk kebutuhan penyediaan layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi sesuai dengan jumlah kuota yang telah ditetapkan. (ihs/Kemenag)


Back to Top