Dapat Perlakuan Baik dari Polisi Dubai, Narapidana Asal Cina Ini Jadi Mualaf

gomuslim.co.id- Berdakwah tidak selalu harus dengan ceramah di atas mimbar. Dakwah juga dapat dilakukan dimana pun dengan berbagai cara, salah satunya dengan perbuatan. Seperti yang dilakukan seorang polisi di Dubai ini. Atas perlakuan dan pelayanan yang baik, dia berhasil menyentuh hati seorang narapidana berkebangsaan Cina yang ditahan di kantor Polisi Al Qusais Dubai sehingga masuk Islam.

Dalam publikasi dari Khaleej Times, Ahad (15/01), narapidana tersebut telah masuk Islam karena perlakukan dan pelayanan yang diberikan petugas polisi setempat. Narapidana tersebut mengaku, perlakukan yang baik dari petugas polisi membuat dirinya ingin mengenal dan memeluk agama yang penuh cinta kasih. Setelah itu petugas polisi memberikan penjelasan tentang Islam. Kemudian, memberi buku-buku agama dari perpustakaan di kantor polisi.

Direktur Kantor Polisi Al Qusais, Kolonel Yusuf Aladede mengatakan bahwa para tahanan diperlakukan dengan baik oleh para petugas polisi. Narapidana yang ingin memeluk Islam tersebut kemudian diberi selembaran tulisan dalam bahasa Cina yang menjelaskan tentang kedamaian di dalam Islam.

Narapidana tersebut juga diberi terjemahan Alquran dalam bahasa Cina. "Dia masuk Islam setelah sepenuhnya yakin kepada ajaran Islam, mengenal tentang kemanusiaan menurut Islam," kata Kolonel Aladede beberapa waktu lalu.

Kolonel Aladede, Mayor Abdullah Rashid Alhvit, Mayor Ahmed Gharib dan Sheikh Saud Ahmed Aziz Rahman hadir menyaksikan narapidana berkebangsaan Cina tersebut memeluk Islam. Kolonel Aladede menegaskan, pihaknya sangat menekankan kepada semua petugas polisi agar memperlakukan tahanan dengan baik.

Menurutnya, perlakukan yang baik akan mengubah perilaku buruk para tahanan. Diharapkan mereka dapat kembali ke jalan yang benar setelah mendapatkan perlakukan yang baik. “Kami selalu mengingatkan kepada semua petugas untuk berlaku baik kepada siapa pun, termasuk para tahanan yang menjadi narapidana. Hal ini tentu akan memberikan pengaruh kepada mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, di Tanah Air sendiri perkembangan mualaf terus mengalami kemajuan. Contohnya di Majelis Az-Zikra, Bogor. Tercatat, jumlah mualaf yang berikrar melalui Majelis Az-Zikra hingga awal Januari 2017 ini sudah mencapai 656 orang. Hal ini seiring dengan gencarnya aktifitas dakwah oleh kalangan Muslim.

“Majelis Az-Zikra aktif melakukan kegiatan pengislaman sejak awal 1996. Alhamdulillah, hingga 8 Januari 2017 atau hampir 21 tahun, jumlah mualaf yang bersyahadat melalui Majelis Az-Zikra telah mencapai 656 orang,” ujar Pimpinan Majelis Az-Zikra Ustadz Muhammad Arifin Ilham belum lama ini.

Ustadz Arifin menambahkan, dua mualaf terbaru Majelis Az-Zikra adalah Dhirga Prayoga (22 tahun) dan Evalin Augustina (26 tahun). Keduanya menyatakan keislaman di Masjid Az-Zikra Sentul, Bogor, Jawa Barat, minggu lalu pada acara zikir bulanan yang digelar Majelis Az-Zikra. “Saudara kita Dhirga Prayoga  dari Budha bersyahadat dengan nama Islam Muhammad Fardan Ilham, dan saudari kita Evalin Augustina dari Protestan juga bersyahadat, dengan nama Islam Adhdhiya Zakiya,” tuturnya. (njs/dbs)


Back to Top