Lahirkan Peradaban Islam, Irak Disematkan Jadi Negeri Para Qari

gomuslim.co.id- Negara Irak yang dikenal dengan sebutan negeri 1001 malam, saat ini juga terkenal dengan sebutan Negeri Para Qari (ulama Alquran). Pada hari, Minggu (15/1) bertempat di komplek Ummul Qura Baghdad, Kantor Wakaf Muslim Sunni Irak mendeklarasikan pembentukan Masyiyakhat Al-Maqari Al-Iraqiyyah, sebuah wadah ulama senior ahli Alquran yang memiliki otoritas kealquranan di seantero Irak. 

Sedangkan anggotanya terdiri dari tujuh orang ulama yang dipilih melalui seleksi yang sangat ketat, baik dari segi keilmuan maupun kepribadian. Terpilih sebagai ketua Syeikh Mauwaffaq Abdul Hadi Rawi.

Perhelatan yang dihadiri ulama Alquran dari berbagai negara, termasuk Indonesia, mengambil tema “Irak Negeri Para Qari/Ulama Alquran dan Tempat Lahir Peradaban”.

Menurut, kepala Lajnah Pentashihan Mushaf Alquran Kemenag yang mewakili Indonesia, Mukhlis M Hanafi, menyatakan Irak layak mendeklarasikan sebagai negeri para qari/ulama Alquran.

“Di masa lalu Irak pernah memberikan kontribusi besar bagi kemajuan peradaban Islam. Bahkan jauh sebelum itu, Babilonia dikenal sebagai peradaban yang sangat maju pada masanya,” ungkap Mukhlis  M Hanafi, seperti dilansir dari publikasi republika langsung dari Baghdad, Irak, Senin (16/1). 

“Ulama Irak telah berjasa dalam memelihara dan mengembangkan ilmu Alquran. Ilmu nahwu (gramatikal Arab) yang sangat penting untuk memahami Alquran dirumuskan dan dikembangkan oleh ulama Basrah dan Kufah di Irak,” lanjutnya. 

Muchlis juga menambahkan, dalam studi Alquran dikenal varian bacaan Qiraat Mutawatir (bersambung kepada Nabi), yang diseleksi oleh tujuh ulama Alquran (Qiraat sab'ah). Selain itu ada tiga lagi bacaan yang masyhur  (bisa diterima), dan empat bacaan yang syadz (menyimpang). “Keseluruhannya disebut Qiraat Arba'ata Asyar  (14 varian bacaan).

“Sebanyak empat dari tujuh ulama Qiraat sab'ah berasal dari Irak, yaitu Abu Amr, Ashim, Hamzah dan Kisa'i. Dua ulama Qiraat Asyrah, yaitu Ya'qub dan Khalaf, serta tiga ulama Qiraat yadzah, yaitu Yahya al-Yazidi, Abul Hasan AL-Basri dan Al-A'masy, juga berasal dari Irak. Jadi, sembilan dari empat belas ulama qiraat berasal dari Irak,” papar Mukhlis.
 
Mukhlis menuturkan bacaan Alquran yang populer di Indonesia adalah bacaan Imam Ashim asal Irak yang diriwayatkan oleh Imam Hafsh Ibn Abi Al-Najud.

Kemudian, Ketua Parlemen Irak menyatakan pembentukan Masyiyakhat Al-Maqari yang dihadiri para ulama dari dunia internasional merupakan upaya untuk mengembalikan kejayaan Irak di masa lalu yang telah melahirkan banyak ulama di berbagai bidang keilmuan. Selain itu,  sekaligus sebagai bukti bahwa Irak tengah berangsur membaik dan siap berkontribusi dalam membangun peradaban baru.

Pada kesempatan tersebut sebanyak 30 ulama Alquran dari 15 negara hadir dalam acara yg diselenggarakan oleh Presiden Wakaf Suni Irak, Syeikh Dr  Abdul Latif Hemyem. Di antara ulama yang hadir Syeikh Ahmad Isa Al-Ma'ashrawi, mantan Syeikh Umum AL-Maqari Al-Misriyyah, Prof. Dr.  Ibrahim Hudhud, Rektor Universitas AL-Azhar Mesir, Syeikh Dr.  Khalid Barakat, Syeikh Qurra Akkar Lebanon, Syeikh Muhammad Athfay dari Maroko, dan lainnya. (nat/dbs)


Back to Top