Siap Masuk ke Bursa Efek Indonesia, Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera Targetkan Premi Rp 400 Miliar

gomuslim.co.id- Industri keuangan syariah di Indonesia terus berjalan positif. Beberapa perseroan keuangan kini mulai membuka di cabang berbasis syariah. Salah satunya adalah PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiptera (AJSB). Setelah resmi spin off dari induk, AJSB langsung tancap gas dengan bercita-cita untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Hal demikian disampaikan Komisaris Utama AJSB Suranto belum lama ini. Ia menuturkan bahwa niatan tersebut diutarakan demi menggemukkan permodalannya melalui aksi penawaran saham perdana (initial public offering/IPO). “Opsi mempertebal modal perusahaan melalui IPO terbuka lebar, mengingat AJSB sudah memisahkan diri dari induknya (spin off), yakni Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912,” ujarnya.

Dengan adanya pemisahan ini, lanjut dia, tidak menutup kemungkinan AJSB untuk menerbitkan saham baru, seperti IPO. Ia menyebutkan bahwa jika sudah berbentuk PT, akses untuk permodalan itu lebih mudah. “Justru salah satu tujuannya spin off ya itu," tambah Suranto.

Suranto menjelaskan AJSB tercatat mengantongi modal sebesar Rp100 miliar yang merupakan suntikan dari sang induk usaha ketika berdiri sebagai PT. Namun, diperkirakan kebutuhan modal tersebut akan semakin meningkat, seiring dengan pertumbuhan bisnis asuransi jiwa syariah di Indonesia.

Sementara itu, sebagai perusahaan baru berdiri, kondisi finansial AJSB dianggap kuat dengan indikator rasio Risk Based Capital (RBC) yang mencapai 49 persen atau di atas ketentuan wajib Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang sebesar 30 persen. “Mungkin satu tahun atau dua tahun baru ada rencana (IPO),” jelasnya.

Lahirnya AJSB merupakan salah satu upaya penyelamatan bisnis sang induk usaha AJB Bumiputera 1912 yang saat ini tengah terlilit defisit keuangan. Pembentukkan entitas usaha baru menjadi pintu masuk bagi para investor untuk memarkir dana mereka di perusahaan asuransi tertua di Indonesia itu secara tidak langsung.

Status perusahaan AJB Bumiputera 1912 sendiri bersifat mutual, sehingga tidak bisa menerima suntikan modal secara sembarangan. AJB Bumiputera 1912 pun membentuk dua entitas usaha baru, yaitu PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB) serta PT Asuransi Jiwa Syariah Bumiputera (AJSB) untuk melanjutkan bisnis asuransi di Indonsia. “Kebetulan AJSB ini jadi duluan, karena cikal bakal bisnis syariah sebelumnya sudah ada,” pungkasnya.

Namun demikian, AJSB juga tidak akan menerapkan sistem profit sharing dengan induk usaha. Hal ini berbeda dengan yang harus dilakukan oleh perusahaan saudara yang berbisnis di bidang asuransi jiwa konvensional PT Asuransi Jiwa Bumiputera (AJB).

Pada kesempatan sama, Direktur Utama AJSB, Hadry Harahap menjelaskan, proses lahirnya AJSB dimulai dari upaya pemisahan UUS menjadi AJSB. "Berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 tahun 2014, setelah dipisahkan maka harus ada wadah. Kemudian didirikan PT AJSB dengan akta pendirian notaris 21 april 2016, dan disahkan di Kemenkumham pada 2 Mei 2016," tutur Hadry.

Menurut Hadry, UUS Asuransi Jiwa Bumiputera telah berjalan sejak 2002. Spin off diperlukan agar bisnis dapat bergerak lebih cepat dan lebih fokus. Salah satu upaya yang dilakukan agar bisnis berkembang lebih cepat yakni dengan menggunakan teknologi. Sehingga akuisisi calon nasabah pemegang polis dapat dilakukan dengan cepat. "Pada umumnya industri syariah masih menggunakan konservatif. Kami juga tight up (melekatkan) bisnis dengan BNI Syariah. Ini strategi untuk memberi pelayanan cara pembayaran," ujarnya.

Hadry mengungkapkan, pada tahun ini pihaknya menargetkan jumlah premi sebesar Rp 400 miliar. Namun, perseroan optimistis bisa mencapai Rp 1 triliun. "Modest target nya Rp 400 miliar. Tapi kami yakin bisa sampai Rp 1 triliun," ujar Hadry.

Untuk mencapai target tersebut, kata Hadry, AJSB akan melakukan perubahan saluran distribusi. Saluran distribusi AJSB akan berubah menjadi kanal distribusi agensi dari yang sebelumnya menganut sistem kantor cabang. Sementara itu, pemegang polis AJSB selama bulan Desember telah mencapai 4.900 polis, sementara melalui BNI Syariah telah bertambah sebanyak 1.782 polis per Ahad (15/01). (njs/dbs)


Back to Top