Optimalkan Pariwisata Halal, Ini Layanan Wedding dan Wisata Kuliner Halal Ala Naripan Hotel

gomuslim.co.id- Setelah menyatakan akan bertranformasi menjadi hotel syariah pada akhir 2016, The Naripan Hotel terus melakukan upaya perbaikan dan pembenahan dalam segala bidang. Hotel yang berlokasi di kota Bandung tersebut kini makin serius menggarap pariwisata halal. Salah satunya dengan menggarap bisnis wedding berbasis halal.

Memasuki 2017, untuk meraih ceruk bisnis tersebut, The Naripan Hotel telah membenahi sumber daya manusia (SDM), building maintenance, room maintenance, cleanlines, food hygine dan Halal. Hal demikian disampaikan General Manager The Naripan Hotel Suci Harti beberapa waktu lalu.

Ia mengatakan bahwa seluruh produk yang tersedia di Naripan Hotel mengacu pada konsep pariwisata halal. Tahun ini, pihaknya menyediakan layanan untuk pasangan muda-mudi yang akan melangsungkan pernikahan. “Semua aspek sudah kita benahi. Kami akan layani customer dengan profesional dan memuaskan,” ujar Suci Senin (16/1) kemarin.

Lebih lanjut, Suci menjelaskan pihaknya menyediakan ballroom dan pool bar untuk digunakan wedding. Fasiltas wedding itu, ungkap dia, memiliki kapasitas pengunjung hingga 600 orang.  Begitu pun dengan fasilitas lahan parkir kendaraan para undangan, kata dia, dipastikan sangat akomodatif. “Terkait tarif yang diberlakukan, dipastikan sangat kompetitif,” tutur dia.

Selain itu, The Naripan Hotel juga mempunyai keunikan sendiri dalam wisata kulinernya.  Hal ini menjadi salah satu daya tarik setiap orang yang menginap di hotel tersebut. Ragam hidangan menarik, unik, serta dengan harga terjangkau di dalam hotel. Ada dua variasi menu yang menarik yaitu Chicken Kung Pao dan Naripan Steamboat.

Executive Chef Hotel Naripan Bandung, Sugeng Arianto mengatakan Chicken Kung Pao hadir dengan tekstur yang lembut dan gurih di setiap gigitan. “Proses pembuatannya juga terbilang sederhana,” kata dia.

Sugeng menjelaskan dalam tahapan pembuatannya, pertama, bersihkan bagian dada ayam dengan berat sekitat 200 gram, kemudian potong dadu. “Baluri potongan dada ayam tadi dengan bumbu rempah standar, seperti jahe, lengkuas, dan lainnya. Setalah itu goreng setengah matang dan tiriskan,” paparnya.

“Setelah ayam selesai digoreng, kini saatnya menyiapkan saus. Bahan yang dibutuhkan antara lain cabai kering, bawang bombay, bawang putih, dan kacang mede yang telah disangrai. Tumis semua bahan saus hingga aromanya keluar lalu beri air secukupnya, dan biarkan hingga mengental,” tambah Sugeng.

Agar rasa sausnya lebih terasa, tambahkan saus tomat, chicken powder, garam, gula, merica, LNP saus dan kecap inggris secukupnya. Setelah sausnya jadi, masukkan potongan daging ayam goreng tadi dan masak sekitar 5 menit agar bumbu meresap.

Untuk hidangan berkuah, Sugeng mengatakan, pengunjung bisa memilih menu Naripan Steamboat dengan kuah dasar tom yum yang disajikan dengan aneka seafood. Sugeng menjelaskan Naripan Steamboat di tempatnya bekerja terbilang istimewa karena tidak menggunakan bumbu instan.

“Kami membuat kuah tom yum secara manual dan tidak memakai pasta tom yum yang sudah banyak di pasaran,” ujarnya. Meski proses pembuatannya terbilang rumit, Sugeng menjamin rasa hidangan ini lebih segar dan punya ciri khas.

Bahan dasar kuah Naripan Steamboat dibuat dari kulit udang. Komposisinya, jumlah kulit udang dua kali lipat dari banyaknya air yang dipakai untuk merebusnya agar rasa khas dari kulit udang lebih dominan dominan. Kuah juga dibumbui cabai kering, bawang bombay, daun ketumbar, bawang putih dan rempah lainnya.

“Ditambahkan dengan seasoning dan cuka jepang secukupnya hingga kuahnya surut dan agak mengental,” kata Sugeng. Menu Naripan Steamboat disajikan dengan ikan kakap, udang, dan sayuran. (njs/dbs)


Back to Top