Wapres: Lulusan Ponpes Harus Mendominasi Jadi Pengusaha Muslim

gomuslim.co.id- Pondok pesantren sejatinya adalah tempat menimba pendidikan ilmu agama dan melahirkan generasi Muslim yang berakhlakul karimah, sukses dunia dan akhirat. Seiring dengan perubahan zaman, pondok pesantren terus berinovasi dalam mencetak santri yang bahagia di akhirat maupun di dunia. Karena itu, pendidikan bermuamalah atau berwirausaha perlu dikembangkan di pesantren.

Dalam kunjungannya ke Pondok Pesantren Darul Hikmah Tulungagung, Jawa Timur, Senin (16/1) Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan pondok pesantren dapat menjadi lembaga yang menumbuhkan dan mendidik kewirausahaan para santri. Kehadiran wapres berkenaan dalam rangka peresmian Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) santri Darul Hikmah.

Dalam sambutannya, wapres mengutarakan kekagumannya dengan Pondok Pesantren Darul Hikmah yang dikelola secara modern dengan mengikuti perkembangan zaman. Hal ini begitu penting agar para santri tak ketinggalan mengikuti perkembangan zaman di tengah era persaingan seperti saat ini.  "Nanti manfaatnya terasa pada 10 tahun mendatang," ujar wapres.

Wapres menambahkan, kurikulum Pondok Pesantren yang dikelola secara modern membuktikan pula bahwa agama Islam merupakan agama yang modern dengan mengikuti perkembangan zaman.

Kendati demikian, perlu ditekankan kembali pentingnya mengikuti perkembangan zaman bagi para santri agar dapat mampu bersaing tak hanya di dalam negeri maupun dapat bersaing di luar negeri.

"Kita meyakini Islam itu modern mengikuti perkembangan zaman, maka itu pendidikan juga harus mengikuti zamannya," ujarnya. 

Wapres menilai, saat ini pemuda khususnya lulusan pondok pesantren masih memiliki daya saing yang rendah dalam berwirausaha, kini para santri harus menjadi pemuda bangsa yang ideal karena memiliki dasar akhlak yang baik hasil didikan ilmu agama, dan jika ditambah keterampilan wirausaha.

“Pondok modern mencerminkan Islam yang modern, mengikuti perkembangan zaman, karena itu pendidikan juga harus mengikuti zaman, kalau bisa mendahului zaman, sehingga pondok harus punya pendidikan untuk membuat santri punya manfaat sepuluh tahun yang akan datang, di masa depan,” sambungnya.

Selain itu wapres juga menyoroti fakta bahwa penerima bantuan pemerintah, antara lain Raskin dan subsidi listrik, sebagian besar adalah penduduk beragama Islam.

"Kalau ada seratus orang kaya, paling hanya sepuluh yang Muslim, karena itu pondok pesantren selain keagamaan juga harus mendidik anak-anak untuk mulai bersaing dalam usaha, karena dari hasil usaha itulah yang membayar zakat, infak, sodaqoh, yang akan membantu kesejahteraan umat," jelas wapres.

Dalam kunjungannya, selain meresmikan Rusunawa Santri Darul Hikmah, wapres juga Menghadiri paparan program pembangunan Kabupaten Tulungagung yang disampaikan Bupati Syahri Mulyo, dan meninjau pengelolaan Dana Desa di Kelurahan Plandaan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung.

Wapres turut didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basoeki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. (nat/dbs)

 


Back to Top