Ini Kampus yang Akan Jadi Pusat Studi Keuangan Syariah di Amerika Serikat

gomuslim.co.id- Keuangan syariah semakin dilirik banyak Negara. Hal ini tidak luput dari pertumbuhan positif dari keuangan syariah yang terus meningkat setiap tahunnya. Ditambah lagi dengan semakin banyaknya populasi Muslim di berbagai belahan dunia, kebutuhan pun diyakini terus meningkat.   

Baru-baru ini, sebuah kampus di Amerika Serikat akan segera menjadi pusat studi dan praktek keuangan syariah. Universitas itu adalah Howard University's School of Divinity. Kampus yang terletak di area real estate utama di wilayah Brookland, Northest Washington DC ini sebelumnya sempat dibiarkan kosong. Namun, rencananya kampus tersebut akan kembali diaktifkan.

Dalam publikasi dari Asia Times, Howard University berencana menghidupkan kembali Howard University’s School of Divinity. Sebelumnya, di kampus ini pernah dibuka sebagai tempat belajar keuangan syariah. Sejumlah pejabat negara-negara Teluk seperti Bahrain, Uni Emirates Arab, dan Qatar pernah mengintegrasikan prinsip-prinsip keuangan syariah sebagai kekuatan ekonomi global di universitas tersebut.  

“Setelah sempat vakum dalam beberapa tahun terakhir, kini kampus tersebut akan kembali aktif.  Kampus ini juga akan digunakan sebagai pusat akademis Howard Univesity,” kata Urban Land Institute (ULI) Governor and taipan real estate di Boston, Richard Reynold.

Menteri Luar Negeri Kerajaan Bahrain Shaikh Khalid Bin Ahmed Bin Mohamed Khalifa sudah cukup lama sangat akrab dengan Howard University. Prinsip keuangan syariah dinilai sangat cocok ditetapkan bagi penduduk AS yang berpenghasilan rendah, terutama dalam membeli rumah.

“Sistem keuangan syariah juga dipercaya dapat membantu warga Afrika-Amerika yang kerap mendapatkan diskriminasi dalam mendapatkan hipotek seperti yang telah terjadi pada krisis 2008 silam. Apalagi, kepemilikan rumah bagi penduduk Afrika-Amerika saat ini cenderung masih rendah,” ujarnya.

Sekadar informasi, Howard University School of Divinity ini berada di area seluas 22 akre atau 8,9 hektare. Keuangan syariah, terutama pembiayaan syariah untuk rumah, ini merupakan solusi yang baik bagi warga Amerika Serikat, terutama Afrika-Amerika, yang kesulitan untuk membeli rumah. Keuangan ini tidak menerapkan bunga pada sistem bagi hasil.

Properti syariah juga terkenal di Amerika Serikat karena dianggap pas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang merupakan warga Afrika-Amerika. Keuangan syariah juga punya solusi inovatif untuk mendanai pembiayaan baru, yaitu perbanka syaria membeli saham-saham perusahaan investasi.

Sementara itu, di Tanah Air sendiri beberapa pihak termasuk Presiden Jokowi menginginkan Indonesia dapat menjadi pusat keuangan syariah Internasional. Khususnya di ibukota Jakarta. Selain karena jumlah penduduk muslim terbesar di dunia, beberapa kalangan juga menyebutkan ada banyak potensi lain yang dimiliki Indonesia.

Namun demikian, rencana tersebut saat ini masih dikaji Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di Indonesia wajar apabila sebetulnya Jakarta ini kita jadikan pusat keuangan syariah Internasional," ujarnya. (njs/dbs)


Back to Top