Layani Kebutuhan Masyarakat, ICMI Sumsel Segera Bangun Mini Market Halal

gomuslim.co.id- Rencana pengembangan wisata halal di Sumatera Selatan terus mendapat dukungan dari berbagai kalangan. Tidak terkecuali dari Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Baru-baru ini, ICMI Sumsel berencana membangun mini market yang menjual produk halal untuk melayani kebutuhan masyarakat di daerah tersebut.

Rencana pembangunan mini market halal tersebut disampaikan Ketua ICMI Organisasi Wilayah Sumsel Prof Anis Saggaf usai menghadap Gubernur Sumsel Alex Noerdin di Palembang, Rabu (18/01) kemarin. “Iya, rencananya untuk tahap pertama akan dibangun mini market tiga titik di Kota Palembang,” ujar Anis.

Lebih lanjut, dia mengatakan ketiga titik yang akan dibangun tersebut yakni di sekitar Masjid Agung, Masjid Taqwa dan Masjid Al Ghazali Unsri Palembang. “Dibangunnya tempat berjualan yang menyediakan barang halal ini supaya konsumen lebih percaya produk akan dibeli, karena benar-benar dijamin kehalalannya. Hal ini karena produk yang dijual berlabel halal dikeluarkan MUI,” katanya.

Apalagi sekarang ini, kata dia, produk yang berlabel halal masih sulit ditemukan konsumsen di daerah tersebut. “Khususnya di pasar tradisional, mencari produk halal ini menjadi salah satu kesulitan bagi konsumen. Karena itu, organisasi ICMI Sumsel akan mengakomodir dengan membuat mini market yang akan menjual bermacam produk,” ujar dia.

Anis menambahkan bahwa pendirian mini market akan dibahas secara khusus dalam rapat kerja wilayah ICMI Sumsel mendatang. Memang, lanjut dia, pihaknya akan melaksanakan rapat kerja wilayah di Palembang pada pertengahan Februari mendatang sehingga menghadap gubernur.

Pertemuan sendiri antara lain akan mambahas program kerja terutama yang menyentuh masyarakat banyak, seperti pendirian mini market. “Bahkan, pak gubernur sangat menyambut baik dan mendukung rencana ICMI ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumatera Selatan (Sumsel) bersama stakeholder pariwisata telah meluncurkan Wisata Halal 2017. Hal ini dilakukan demi fokus membidik wisata halal pada 2017.

“Agar Sumatra Selatan tidak tertinggal, maka harus segera merealisasikan program wisata halal. Pada 2017 dan 2018, Sumsel akan memiliki sejumlah even dengan tamu dari berbagai negara yang penduduknya Muslim. Mereka merupakan target wisatawan yang akan datang ke Sumsel,” kata Kepala Disbudpar Sumsel, Irene Camelyn.

Menurut Irene, pada 2017 sektor pariwisata Sumsel tetap menghadapi keterbatasan anggaran karena adanya efisiensi pada APBN dan APBD Sumsel. “Dengan keterbatasan tersebut, Sumatra Selatan tidak boleh tertinggal dari daerah lain khususnya program wisata halal. Melalui wisata halal, Sumsel dapat menyajikan berbagai kuliner halal,” ujarnya.

Selain berbagai kuliner halal, menurut Irene, Sumsel juga memiliki destinasi wisata religi atau rohani yang selama ini telah menjadi destinasi para wisatawan dalam dan luar negeri. “Sumsel memiliki kompleks asrama haji dengan fasilitas terlengkap, ada mock up pesawat angkutan haji, replika Ka'bah dan lintasan sa'i dengan ukuran yang sama yang ada di Makkah,” katanya.

Destinasi wisata religi lainnya, menurut Irene Camelyn, ada Bait Alquran Akbar yang merupakan Alquran terbesar di Indonesia. Juga ada Kampung Arab Al Munawar yang menarik dengan kulturnya, serta ada Masjid Cheng Ho Sriwijaya.

“Destinasi wisata halal atau religi saat ini bukan hanya dibutuhkan umat Muslim saja, tapi wisata halal ini menjadi kebutuhan seluruh wisatawan di seluruh dunia,” kata mantan Kepala Biro Humas Pemerintah Provinsi Sumsel ini. (njs/icmi/dbs)


Back to Top