UEA Luncurkan Program Sertifikasi Profesional di Bidang Keuangan Syariah

gomuslim.co.id- Meski berstatus sebagai salah satu Negara penghasil minyak terbesar di dunia, Uni Emirate Arab (UEA) tak lantas melupakan pengembangan ekonomi syariah. Peringkat kedua dunia dalam Global Islamic Economy Report (GIER) 2016-2017 ini terus menggenjot industri keuangan syariah supaya lebih maju.

Baru-baru ini, Emirates Intitute for Banking and Financial Study (EIBFS) telah meluncurkan program sertifikasi profesional terbaru untuk industri keuangan syariah, yang bernama Certificate in Islamic Banking and Finance (CIBF). Program sertifikasi ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya insani yang berkualitas dan memiliki pengetahuan mendalam tentang produk perbankan syariah, pasar keuangan syariah, dan juga takaful.

General Manager EIBFS Jamal Al Jassmi mengatakan perbankan dan keuangan syariah telah tumbuh dengan fenomenal dalam beberapa dekade terakhir dan Uni Emirate Arab (UEA) ingin menjadi hub bagi ekonomi syariah secara global. Oleh karena itu, EIBFS menawarkan program sertifikasi baru sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan sumber daya insani yang berkualitas di bidang industri perbankan dan keuangan syariah.

“Peserta program akan diajarkan bagaimana mengembangkan produk-produk perbankan yang inovatif dan sesuai dengan prinsip-prinsip syariah,” ujar Jamal sebagaimana dalam publikasi dari laman CPI Financial, Rabu (18/01).

Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa dalam program CIBF tersebut, peserta juga diajak untuk mengidentifikasi solusi yang efektif dalam menjawab tantangan industri keuangan syariah di kancah global. Jamal Al Jassmi optimistis lulusan CIBF akan sangat signifikan dan bermanfaat bagi lembaga keuangan syariah. Diharapkan, dengan adanya sumber daya insani yang berkualitas maka kinerja industri keuangan syariah akan meningkat.

“Program ini sudah banyak diminati oleh sejumlah lembaga keuangan syariah terkemuka di Uni Emirate Arab. Tercatat, ada 14 karyawan yang terdaftar sebagai peserta untuk mendapatkan pelatihan dan sertifikasi profesional di bidang perbankan dan keuangan syariah,” kata dia.

Selain itu, program CIBF juga menawarkan wawasan dasar dan prinsip-prinsip etika perbankan dan keuangan syariah, serta memberikan pemahaman yang jelas mengenai kerangka hukum dan syariat Islam. Hal ini memungkinkan peserta untuk mengidentifikasi perbedaan produk keuangan syariah dan konvensional.

Tak hanya itu, sepanjang mengikuti program tersebut, peserta juga akan mendapatkan pemahaman mengenai pasar modal syariah dan akuntansi syariah. Dengan demikian, lulusan dari CIBF ini akan memiliki kompetensi untuk mengelola dan menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan industri keuangan syariah.

Sementara itu, menurut laporan Ernst and Young (EY), Uni Emirat Arab merupakan salah satu dari tiga negara yang punya aset perbankan syariah terbesar di dunia. Tercatat, aset perbankan syariah Uni Emirat Arab mencapai 17 persen, terbesar kedua setelah Arab Saudi.

Sebelumnya, Emirates Islamic Bank telah menjadi lembaga keuangan syariah terkemuka di UEA. Berdasarkan catatan tahunan Emirates Islamic, ada peningkatan penetrasi, persepsi, pengetahuan, dan minat nasabah terhadap perbankan syariah di UAE. Hal tersebut menunjukan perbankan syariah diterima oleh publik. Pemahaman dan kebutuhan masyarakat terhadap perbankan syariah juga meningkat. (njs/dbs)

 


Back to Top