Chairman Aladdin Group: Indonesia Sangat Berpeluang Jadi Etalase Gaya Hidup Halal Dunia

gomuslim.co.id- Keterlibatan Indonesia dalam mengambil peran besar industri halal dunia menjadi peluang besar dalam melebarkan sayap produk-produk halal ke mancanegara. Chairman Aladdin Group A Riawan Amin, berpendapat kalau Indonesia harus menjadi etalase gaya hidup  halal dunia, Senin (16/01).

Lanjut Riawan, Jepang bukan negara Islam, namun menyediakan ruangan shalat di bandara. Artinya ada kesadaran untuk melayani umat Muslim. Begitu pula dengan Korea Selatan dan Thailand.

“Ketiga negara tersebut menaruh perhatian besar terhadap keperluan umat Muslim, terutama berupa sertifikasi halal untuk restoran dan hotel, serta tempat shalat khususnya di bandara,” ujarnya.

Sambung Riawan, kini yang bicara tentang industri halal tidak hanya orang Islam, atau negara-negara dengan penduduk Muslim besar, namun  berbagai negara yang  bukan negara Muslim atau dengan jumlah penduduk Muslim yang sangat sedikit pun turut ambil bagian memanfaatkan peluang.

“Mereka memandang hal tersebut sebagai peluang bisnis. Namun, terlepas dari apa pun latar belakang atau motivasinya, hal itu baik saja. Yakni, mereka menyediakan fasilitas halal bagi umat Muslim,” ujarnya.

Indonesia seharusnya lebih dari Jepang, Korea Selatan, Thailand maupun negara-negara lain yang menyediakan fasilitas halal bagi kaum Muslim. “Bagi mereka, halal itu bukan ideologi, melainkan opsi. Bagi Indonesia, halal tidak hanya sekadar opsi, tetapi juga harus menjadi ideologi,” paparnya.

Riawan menegaskan, sebagai negara Pancasila dan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia harus menjadi etalase gaya hidup  halal dunia. “Indonesia harus menjadi etalase dari halal life style. Sehingga, kalau orang-orang dari negara manapun ingin melihat negara yang Islami, meskipun tidak mengklaim dirinya sebagai negara Islam, maka mereka akan datang ke Indonesia,” pungkas Riawan yang juga seorang pakar ekonomi syariah.

Etalase gaya hidup halal, artinya setiap proses kehidupan dari bangun tidur sampai hendak tidur lagi, harus dijiwai ruh halal. “Yang diberikan oleh Jepang, Korea Selatan dan Thailand adalah opsi halal untuk kaum Muslim. Tapi yang disediakan oleh Indonesia nantinya hanya satu opsi, yakni halal. Sebab, halal itu bersifat universal dan baik untuk semua orang, baik Muslim maupun non-Muslim,” imbuh penulis buku ekonomi dan manajemen syariah itu.

Ia pun mencontohkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, termasuk jalan, halaman rumah atau gedung, hingga toilet.  “Perilaku hidup bersih mencerminkan gaya hidup halal,” ujarnya.

Demikian pula dengan berbagai produk halal Indonesia yang berkualitas, sehingga menarik minat orang-orang dari berbagai negara.

“Halal itu tidak hanya harus sesuai hukum syariah, tapi juga harus berkualitas. Tantangan kita adalah menciptakan produk yang halal dan thayyib (baik) yang  berkualitas,” imbuh Riawan.

Produk  bukan sekadar halal dan baik, namun mutunya harus tinggi. Kalau  halal dan baik tapi mutunya rendah, kita akan kalah dengan produk yang netral atau tidak haram tapi mutunya tinggi yang diciptakan oleh negara-negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan dan Thailand.

Aladdin Group merupakan perusahaan e-commerce yang memasarkan produk-produk halal maupun netral,  dan berkualitas tinggi. “Positioning kami sejak awal jelas, kami hanya memasarkan produk-produk yang halal, atau minimal netral, dan berkualitas tinggi. Kami tidak mau masuk ke produk-produk halal apalagi netral, yang kualitasnya rendah,” pungkasnya. (nat/ihram/dbs)

 


Back to Top