Baitul Maal Hidayatullah Jawa Tengah Salurkan Wakaf Sejuta Alquran untuk Narapidana di Lapas Boyolali

gomuslim.co.id- Istilah narapidana di lapas untuk sebagian masyarakat dianggap sebagai sekelompok orang yang berbuat kejahatan dan harus dijauhi. Namun, jangan membuat kesimpulan negatif terlebih dahulu, karena sebagian dari mereka ada yang diberikan oleh Allah SWT hidayah, sehingga mereka mau bertaubat dan kembali ke jalan yang benar dan diridoi-Nya.

Seperti yang dilakukan oleh Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Tengah, bersama komunitas Kaya Bermakna Kab. Boyolali, BMH salurkan Wakaf Sejuta Alquran untuk narapidana penghuni Lapas (Lembaga Pemasyarakatan) Kab. Boyolali, Jawa Tengah.

Ada sebanyak 100 Mushaf Alquran disalurkan oleh BMH yang diterima langsung oleh Kepala Bidang Kerohanian Lapas Kab. Boyolali, Jateng, Mustajab pada beberapa hari yang lalu.

Selain itu, Ketua Mitra Zakat BMH Jawa Tengah di Kabupaten Boyolali, Ustadz Sunarto, mengatakan kegiatan lanjutan yang akan dilakukan oleh BMH adalah melalui pembinaan para penghuni lapas dengan Program belajar membaca Alquran.

Lanjut Sunarto, warga penghuni lapas sebenarnya ingin sekali bertaubat dari masa lalu yang kelam. Hanya saja karena tidak ada yang membina dan mengarahkan, sehingga syaitan mudah sekali menggerakkan mereka kejalan yang tidak dibenarkan oleh Agama Islam dan UU. “Mudah-mudahan Allah berikan kemudahan semuanya,” imbuhnya.

Sementara itu, Mustajab yang mewakili Kepala Bidang Kerohanian Lapas menyampaikan ucapan terimakasih atas sinergi dan kepeduliannya dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Jawa Tengah kepada masyarakat, terlebih mereka adalah para penghuni lapas (narapidana) di Kab. Boyolali.

“Semoga dengan adanya pembinaan ini para penghuni lapas lebih dekat dengan Agama Islam,” harap Mustajab. 

Selain itu, di Jawa Timur, Kepala Lapas Bondowoso merencanakan kerjasama membangun Pondok Pesantren Taubatan Nasuha di dalam Lapas Bondowoso. Rencana itu dikemukakan saat  mengunjungi Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ishlah Bondowoso.

Ponpes Taubatan Nasuha yang ada di dalam Lapas Bondowoso dimaksudkan agar Narapidana setelah keluar dari lapas menjadi orang baik dan diharapkan tidak mengulangi kesalahannya kembali. Jika nara pidana dihukum 7 tahun, selama itu juga dia akan menjadi santri.

Diharapkan denga terwujudnya Ponpes Taubatan Nasuha menjadikan kualitas Narapidana yang semakin baik. Selain itu kurikulum untuk narapidana pun akan dibentuk sebagai penunjang acuan proses belajar mengajar. Ke depannya Ponpes Taubatan Nasuha dapat bekerja sama dengan seluruh lembaga keagamaan maupun pendidikan yang ada di Bondowoso. 

Selain pelajaran agama, narapidana juga akan diberikan pelatihan bahasa inggris dan pelatihan ekonomi produktif. Pelatihan yang dilaksanakan diharapkan dapat meningkatkan kualitas tauhid dan skill para narapidana agar setelah keluar lapas mampu menjalani kehidupan yang lebih baik.

Jika rencana tersebut dapat terealisasi, pondok pesantren tersebut akan menjadi satu-satunya Pondok Pesantren Lapas pertama di Jawa Timur. (nat/bmh/dbs)

 


Back to Top