Sosialisasikan Universitas Islam Internasional, Yordania Tertarik dengan Pusat Peradaban Islam Indonesia

gomuslim.co.id- Rencana pembangunan Pusat Peradaban Islam dunia yang moderat dan toleran mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan. Salah satunya para akademisi Yordania. Hal tersebut terlihat setelah Ketua Komite Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Prof. Komaruddin Hidayat dan anggota Prof. Bachtiar Effendi mengunjungi beberapa universitas serta lembaga Kajian tentang Islam di Amman belum lama ini.

Niatan pemerintah Indonesia untuk membangun kampus UIII ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) yang telah ditandatangani Presiden Joko Widodo tahun lalu. Rencananya peletakan batu pertama pembangunan kampus di Depok, Jawa Barat, itu akan dimulai pertengahan tahun 2017.

Di sela-sela mendampingi kunjungan Wakapolri ke Amman Jordania, Mantan Rektor Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyosialisasikan rencana Pembangunan Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia kepada Direktur International Institute of Islamic Thought untuk kawasan Timur Tengah yang berkedudukan di Amman, Professor Fathi Melkawi.

Professor Fathi Melkawi yang juga Ahli Epistimologi Islam sangat tertarik dengan ide dan gagasan Pemerintah Indonesia membangun Kampus UIII sebagai Pusat Peradaban Islam baru di kawasan Asia Pasifik. Pertemuan Professor Fathi Malkawi berlangsung hangat, dibarengi dengan pembicaraan menarik mengenai Islam, ilmu pengetahuan, dan peradaban modern.

Pembangunan Universitas ini dimaksudkan untuk mengembangkan peradaban Islam melalui pendidikan tinggi (universitas) di tingkat master dan doktor. Melalui UIII diharapkan Islam moderat dan toleran dapat dikembangkan sehingga Islam benar-benar berfungsi sebagai rahmatan lil alamin.

Mengingat posisi penting geo-politik Yordania sebagai penyangga keseimbangan dan perdamaian di Timur Tengah, kerja sama untuk mengembangkan UIII dengan berbagai pihak di negeri ini menjadi sangat relevan. 

Kerja sama dengan Universitas di negara Timur Tengah, akan terus ditingkatkan. Komite Pembangunan UIII mengajak tenaga pengajar dan mahasiswa pasca sarjana dari Yordania untuk berbagi pengalaman serta belajar di Kampus UIII, yang akan dimulai pada akhir 2017.

Seperti diketahui, sejak 8 tahun yang lalu negara-negara dikawasan Timur Tengah dilanda konflik yang berkepanjangan. Karena itu, Indonesia yang penduduk muslim terbesar di Dunia dan dikenal dengan Islam yang moderat dan toleran, mengkhawatirkan meluasnya konflik tersebut ke wilayah lain di kawasan Asia Pasifik. Sehingga melalui Pembangunan Pusat Peradaban Islam Baru ini akan membantu mencari solusi dan penyelesaian konflik di Timur Tengah dan kawasan lain di Dunia.

Selama di Yordania, Komite Pembangunan Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) akan menemui sejumlah tokoh guna mensosialisasikan pembangunan kampus tersebut sebagai Pusat Peradaban Islam Baru di Dunia, diantaranya paman sekaligus penasehat Pemimpin Yordania, Pangeran Hassan Bin Thalal, dan Penasehat Raja bidang Agama dan agama serta pendiri Universitas Islam Global di Yordania. Raja Abdullah bin Hussein dan Pangeran Ghazi bin Muhammad. (njs/dbs)


Back to Top