Apresiasi Film 'Iqro: Petualangan Meraih Bintang', Ridwan Kamil Harapkan Anak-Anak di Bandung Rajin Mengaji Alquran

gomuslim.co.id- Melalui film bergendre religi anak-anak yang berjudul Iqro: Petualangan Meraih Bintang. Wali kota Bandung, Ridwan Kamil, memberikan apresiasinya kepada film tersebut,  tak hanya mengapresiasi namun Ridwan sempat pula meneteskan air mata sewaktu menyaksikan penayangan perdana film ini di Badung, Kamis (19/01). 

''Film ini memberikan pesan yang sangat menyentuh. Bahkan ketika Cok Simbara menangis, saya ikut meneteskan air mata juga. Begitu terharu. Pesan moralnya bagus karena mengajak putra/putri kita untuk belajar dan membaca Alquran,'' ungkap Ridwan.

Saat ini, lanjut Ridwan, film yang memfokuskan genrenya untuk anak-anak sudah sangat minim. “Saya sangat berharap dengan hadirnya film ini bisa memberikan pembelajaran yang berharga bagi orang tua dan anak-anak untuk tetap memepelajari dan mendalami Alquran,” tukasnya.

Ridwan melanjutkan, selayaknya kita mesti peduli menghadirkan film-film beredukasi yang mendorong munculnya inspirasi lewat anak-anak. “Mudah-mudahan ini bisa jadi motivasi pada semua pihak untuk mau dan peduli bikin film beredukasi demi kecerdasan anak-anak,'' imbuhnya.

Film Iqro merupakan karya perdana dari Salman. Film ini merupakan hasil kerja sama Masjid Salman ITB dan Salman Film Academy. Film ini dibintangi Neno Warisman, Cok Simbara, Meriam Bellina, Mike Lucock, Didied Kertajasa, Raihan Khan, Adhitya Putrid dan Aisha Nurra Datau. Tema besar dari film ini mengajarkan pentingnya mencintai Alquran sejak dini sebagai dasar bagi perkembangan pribadi generasi muda muslim di masa mendatang. 

Tidak hanya Ridwan, Feny Mustafa, perwakilan dari Zoya dan Shafira Corporation, turut pula mengapresiasi film yang disponsorinya ini. Menurut Fenty, film ini juga sangat baik untuk menanamkan remaja dan anak-anak putri agar mulai memiliki kesadaran berhijab sejak dini. ''Banyak sekali pesan moral yang baik untuk kita yang menontonnya,'' ujarnya.

Selain itu, Ridwan juga menggagas ‘Program Magrib Mengaji’ yang sengaja ditujukan untuk anak-anak Kota Bandung. Selepas Salat Magrib anak– anak diwajibkan ke masjid untuk mengaji dan mendengarkan tausiyah.

Pria yang akrab disapa Emil ini menyebut, ada sekitar 700-an ribu anak tergabung dalam ‘Program Magrib Mengaji’.

"Setiap Magrib anak-anak wajib ke masjid, untuk mengaji dari Magrib ke Isya. Daripada keluyuran atau main game, lebih baik 75 persen ngaji, 25 persen mendengarkan tausiah," ujarnya.

Emil sendiri mengajak serta para anak-anak untuk menonton film Iqro. Menurutnya film yang mengangkat tentang nilai dan semangat membaca Alquran tersebut merupakan momentum yang baik untuk berinvestasi dalam bentuk kreativitas.

"Jadi ini momentum, jangan berhenti berinvestasi kebaikan dalam bentuk kreativitas, karena hari ini hanya filmlah yang bisa menembus dimensi-dimensi emosi, dan dimensi pendidikan," ujarnya.

Saat ini Pemkot Bandung terus melakukan pembinaan ke-30 kecamatan yang ada di Bandung, diharapkan anak-anak tidak hanya pintar dari segi ilmu namun juga baik akhlaknya.

“Mimpinya anak-anak Kota Bandung ini pintar, tapi juga jago mengaji. Itulah yang langka hari ini, anak pintar banyak tapi pintar dan rajin mengaji itu susah," ucapnya.

Kini Ridwan tengah berusaha agar anak-anak Bandung lebih makmur, lebih pintar dan lebih banyak yang menjadi hafidz Alquran. (nat/dbs)


Back to Top