Lagi, Tiga Siswa Madrasah Sabet Gelar Juara Ajang Robotik Dunia di Malaysia dan Singapura

gomuslim.co.id- Siswa madrasah kini tidak hanya dididik soal agama, tetapi juga dibekali dengan ilmu lainnya. Sederet prestasi pun kini telah banyak diraih sekolah di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) itu. MAN 2 Kota Probolinggo, Jawa Timur misalnya. Baru-baru ini, tiga siswanya membuat harum nama bangsa di kancah dunia setelah berhasil menyabet gelar juara pada ajang robotik di Singapura dan Malaysia.

Prestasi tersebut diraih oleh Muhammad Kealvin Al Akbari (kelas XI), Muhammad Rois Amin (kelas XI), dan Rifqy Taufiq Aprilianto (kelas X). Siswa-siswa MAN 2 Kota Probolinggo ini sukses meraih prestasi pada Robot Intelligent Contest (RIC) di Singapura dan International Robotic Training and Competition (IRTC) di Malaysia. Kedua event berbeda lokasi ini digelar di waktu yang hampir bersamaan pada bulan Januari 2017.

Kepala MAN 2 Kota Probolinggo Mohammad Alfan Makmur mengatakan pada RIC di Singapura, tim MAN 2 Kota Probolinggo mendesain, merakit, dan memprogram robot agar bisa memilah barang berdasarkan warna. Setelah itu, robot yang dilombakan dirancang agar membawa dan meletakkan barang pada tempat yang ditentukan.

Perhelatan RIC sendiri digelar pada 18 Januari 2017 di Science Center Singapore, Singapura. Siswa MAN 2 Kota Probolinggo menempati posisi ke-4 dari seluruh pemenang pada event tersebut dan meraih medali emas dan perak.

“Robot yang dirakit ini dilengkapi dengan camera pixy untuk memilah barang dan sensor garis. Penilaiannya didasarkan pada kecepatan bekerja, banyaknya barang yang dikumpulkan, dan pinalti yang dilakukan,” ujar Alfan sebagaimana publikasi resmi dari kemenag, Jumat (20/01).

Sementara itu, pada ajang International Robotic Training and Competition (IRTC) yang digelar di Johor Baharu, Malaysia pada 18 sampai 19 Januari 2017. Tim yang sama dari MAN 2 Kota Problinggo kembali mendulang prestasi. Mereka meraih juara II kategori Robot Micro Line Tracer. Dalam kompetisi ini, mereka diminta untuk merakit dan memprogram robot dari awal.

"Untuk event IRTC ini, penilaiannya didasarkan pada aspek logika logaritma, waktu tempuh robot menuju finish, dan juga asepk retry dan pinalti. Jadi robot yang cepat sampai finish dan mendapatkan point yang banyaklah yang menang," kata Alfan.

Sebagai juara, mereka mendapatkan tropi, medali, dan sertifikat. Lebih dari itu, lanjut Alfan, pengalaman berkompetisi dengan negara-negara lain di Asia juga menjadi hadiah tersendiri bagi mereka. Apalagi, perjalanan tim ini ke Malaysia dan Singapura juga tidak lepas dari persoalan, utamanya soal pendanaan.

"Memang butuh pengorbanan untuk meraih prestasi, no gains without pains. Melalui ajang bergensi ini menjadi keutamaan sendiri bagi para siswa. Setidaknya mereka telah unjuk gigi bahwa siswa madrasah juga dapat bersaing dengan siswa sekolah umum lainnya,” tandasnya. (njs/dbs/foto: ilustrasi)


Back to Top