Ini Program Bank Syariah Qatar dan Maroko untuk Perkuat Industri Keuangan Syariah pada 2017

gomuslim.co.id- Setelah mendapatkan izin operasi dari pemerintah Maroko, sejumlah bank syariah terus melakukan gebrakan-gebrakan baru. Hal demikian dilakukan sebagai langkah untuk mengembangkan keuangan syariah di Negara tersebut. Baru-baru ini, Credit Immobilier et Hotelier (CIH) Bank berencana melakukan joint venture dengan Qatar International Islamic Bank (QIIB).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh CEO QIIB Abdulbasit Ahmad al-Shaibei beberapa waktu lalu. Menurut dia, joint venture ini akan memperkuat pangsa pasar industri keuangan syariah khususnya di Maroko maupun di Afrika Utara. Belum lama ini, komite pekabat tinggi di Maroko telah menyetujui dokumen joint venture yang diajukan oleh QIIB dan CIH Bank.

“Terkait dengan rencana ini, mereka telah meninjau apikasi kita dan telah disetujui lima aplikasi untuk mendirikan bank islam di Maroko,” ujar al-Shaibei sebagaimana publikasi dari Gulf Times.

Al-Shaibei optimis Maroko akan menjadi pintu gerbang masuknya industri keuangan syariah di Afrika Utara. Saat ini QIIB dan CIH Bank masih menunggu izin resmi dan lisensi dari Bank Sentral Maroko untuk membuka bank syariah.

Menurut dia, dengan masuknya bank syariah ini, maka ke depan akan lebih banyak lagi channeling yang dibuka di Maroko. Al-Shaibei menekankan bahwa joint venture tersebut dilakukan bukan untuk menyaingi bank konvensional yang sudah lama tersedia, namun menjadi pelengkap.

Al-Shaibei menambahkan, Maroko memiliki stabilitas ekonomi dan politik yang mumpuni, serta nilai mata uang Maroko yakni dirham juga stabil dalam beberapa waktu. Selain itu, al-Shaibei menilai CIH Bank memiliki pengalaman dan keahlian di pasar Maroko karena sudah berdiri selama bertahun-tahun.

“Mereka (CIH Bank) mengetahui pasar dengan sangat baik, dan kami dapat membantu mereka dengan memilih sistem serta produk yang tepat dan yang dibutuhkan oleh pasar,” kata al-Sheibei.

Joint venture ini dapat menciptakan kesadaran mengenai perbankan syariah kepada masyarakat. Al-Sheibei mengatakan, QIIB dan CIH Bank akan bersama-sama membangun budaya perbankan syariah di Maroko termasuk mengenalkan dan mensosialisasikan istilah-istilah dalam perbankan syariah kepada masyarakat. Menurutnya, QIIB dan CIH Bank telah membuat peta jalan model bisnis yang jelas, diantaranya yakni sistem IT serta jaringan cabang.

Sebelumnya, Bank Sentral Maroko telah memberikan lampu hijau bagi lima bank syariah untuk beroperasi serta mengizinkan tiga bank Perancis menjual produk syariah. Perbankan syariah pada 2017 ini dapat beroperasi di Maroko, setelah mendapatkan izin dari legislatif.

Setelah mengantongi izin tersebut, Bank Sentral Maroko sedang mempersiapkan sumber daya insani yang akan diisi oleh praktisi yang kompeten di bidang industri keuangan syariah dan juga ulama.

Bank Sentral Maroko menerima tujuh permintaan dari lembaga keuangan untuk dapat beroperasi sebagai lembaga keuangan syariah. Regulator akhirnya memberikan izin kepada tiga bank besar Maroko yakni Attijariwafa Bank, BMCE of Africa, and Banque Centrale Populaire (BCP). Selain itu, regulator juga memberikan izin kepada dua lembaga pinjaman yakni Credit Agricole (CAM) dan Credit Immobilier et Hotelier (CIH). (njs/dbs)


Back to Top