Indonesia dan Korea Selatan Jalin Kerja Sama untuk Tingkatkan Kualitas Produk Halal

gomuslim.co.id- Jumlah permintaan akan produk halal global semakin meningkat. Hal ini memacu kerjas ama antar negara mayoritas Muslim. Hal tersebut terjadi pada Indonesia dan Korea, yang saat ini tengah gencar melakukan kerjasama terkait tingginya permintaan Korea akan produk halal.

Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia, Cho Taiyoung, belum lama ini pada acara 2017 New Year Reception di Korean Embassy Consular Office di Jakarta. Cho menilai hubungan Indonesia dan Korea tahun ini akan semakin membaik. Ia mengatakan Indonesia adalah sahabat Korea dan selamanya akan terus bersahabat. Dikatakannya tahun ini akan lebih banyak kerja sama di banyak bidang. Antara lain, perdagangan, pendidikan, kebudayaan, pariwisata, dan lain sebagainya.

Direncanakan pula, Korea akan terus melanjutkan kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) terkait pelabelan halal pada produk-produk Korea yang masuk ke Indonesia. “Permintaan yang besar terhadap produk-produk Korea membuat perusahaan-perusahaan produsen produk tersebut terus berupaya memperoleh label halal MUI agar bisa menjajaki pasar Indonesia, ungkap Cho.

“Sementara masih sedikit yang dicap halal MUI. Tapi mereka terus berusaha karena sadar kalau tidak dapat cap halal MUI, akan sulit memasuki pasar Indonesia,” sambungnya.

Pihaknya juga akan menekankan pada industri pariwisata agar terus melakukan promosi untuk wisatawan Korea berkunjung ke Indonesia. Berdasarkan data yang dimilikinya, setiap tahun jumlah wisatawan Korea yang menyambangi Indonesia berjumlah sekitar 400 ribuan dan mengalami peningkatan 10 persen per tahunnya.

Upaya yang sama juga dilakukan Cho untuk menarik wisatawan Tanah Air melancong ke Korea. “Tiap tahun sejumlah 200 wisatawan Indonesia berkunjung ke Korea, kami terus melakukan perbaikan pada sektor pariwisata kami. Semoga tahun 2017 ini, wisatawan Indonesia yang ke Korea menembus angka 250 ribu,” harap Cho.

Saat ini Korea sudah mulai mengembangkan Friendly Muslim Tourism, yakni membangun restoran halal dan mushola untuk wisatawan muslim. "Sekarang kami sedang memperbanyak restoran halal dan mushola di Korea," pungkas Cho.

Cho menjelaskan bahwa untuk pembangunan mushola dan restauran halal pihak pemerintah Korea mencari tempat mana yang banyak dikunjungi wisatawan muslim dan itu mulai di bangun restauran halal dan mushola.

"Jadi kami mencari tempat mana yang paling banyak di kunjungi oleh wisatawan muslim dan dibangun di situ," paparnya.

Selain itu, dirinya juga menjelaskan bahwa pihaknya juga sudah bekerja sama dengan pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) terutama untuk mensertifikasi halal makanan korea yang nantinya akan di eksport ke Indonesia. Hal ini melihat mulai banyaknya warga Indonesia yang mulai menyukai produk makanan khas Korea seperti Ramen atau mie khas negeri Gingseng tersebut.

"Untuk hal tersebut, kami tengah mempererat kerja sama dengan MUI terkait sertifikasi halal makanan Korea. Karena masih sangat sedikit produk kami yang ber-label halal oleh MUI jadi kami terus berusaha. Kalau 2019 tidak dapat label halal itu, mereka akan eksport ke sini," pungkasnya.

Dalam meningkatkan jumlah wisatawan Indonesia ke Korea, telah dibuka Korean Tourism Organization (KTO) di Jakarta. “Visanya bisa lebih cepat keluar,” tukasnya. (nat/dbs)

 


Back to Top